Breaking News

KEUANGAN Lindungi Konsumen, BI dan OJK Atur Pertukaran Data Bank dan Fintech 21 Feb 2019 13:56

Article image
Seminar Nasional Kolaborasi Industri Perbankan dan Fintech dalam Sistem Pembayaran yang diadakan di Hotel Ayana Jakarta, Kamis (21/2/2019). (Foto: ist)
Demi melindungi konsumen serta bank dan fintech yang berjalan secara beriringan, BI dan OJK akan mengatur pertukaran data seperti yang sudah dilakukan oleh negara Eropa. 

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Bank Indonesia dan OJK sedang membahas pengaturan pertukaran data data antara bank dan perusahaan fintech agar seimbang dan bermanfaat bagi konsumen.

Menurut Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Susiati Dewi, pihaknya yang berperan sebagai regulator akan menjadi penengah dan memfasilitasi bank dan fintech serta memberikan perlindungan bagi pengguna keduanya.

Ditambahkan Susi, saat ini telah ada beberapa bank yang bank yang menjalin kerja sama dengan fintech. "Tapi memang (kerja samanya) masih bilateral, oleh karena itu kami sebagai regulator akan atur agar bisa beri proteksi,"kata Susi dalam Seminar Nasional Kolaborasi Industri Perbankan dan Fintech dalam Sistem Pembayaran yang diadakan di Hotel Ayana Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Susi menuturkan, sistem pertukaran data sudah banyak dilakukan di beberapa negara sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menerapkan sistem yang sama.

"Negara luar seperti Eropa sudah ada sistem directive payment system yang juga sudah mengatur kerja sama Fintech dan Bank,"imbuhnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Rico Usthavia Frans mengatakan, kolaborasi antara bank dan fintech harus berimbang agar dapat memberikan keuntungan kepada kedua pihak. Dalam data yang dipaparkannya, saat ini kantor cabang semakin sepi karena banyak orang sudah menggunakan mobile banking

"Bahkan sekarang internet banking sudah kurang penggunanya. Makanya bank harus mulai lakukan transformasi"kata Rico.

Meski demikian, dirinya menuturkan banyak perbedaan antara bank dan fintech seperti dari segi peraturan yang menurutnya membuat keduanya tidak seimbang.

"Bank itu peraturannya lebih ketat, sedangkan fintech tidak begitu ketat. Bingun sendiri jadinya. Fintech tumbuh dengan cepat. Bagaimana bank bisa bersaing dengan fintech yang dua minggu sekali tambah fitur?"kata Rico.

Untuk mencapai keseimbangan, kata Rico diperlukan otoritas dan regulator untuk memfasilitasi keduanya agar dapat berjalan secara beriringan serta memberikan keuntungan satu sama lain.

--- Sandy Romualdus

Komentar