Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Lindungi Suriah, Rusia Siapkan Pertahanan “Cincin Baja” 12 Apr 2018 21:33

Article image
Sistem pertahanan S-400 buatan Rusia (Foto: AFP)
Pemerintah Rusia menyediakan sistem perlindungan "cincin baja" di sekitar ibu kota Suriah. Perlindungan ini berupa sistem pertahanan udara canggih S-400 yang disiapkan Kremlin untuk melindungan Bashar al-Assad.

DAMASKUS, IndonesiaSatu.co-- Pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang mengancam akan melakukan serangan militer ke negara Suriah membuat situasi di negari tersebut semakin tegang.

Menghadapi ancaman tersebut, sebagai sekutu terdekat Suriah, pemerintah Rusia menyediakan sistem perlindungan "cincin baja" di sekitar ibu kota Suriah. Perlindungan ini berupa sistem pertahanan udara canggih S-400 yang disiapkan Kremlin untuk melindungan Bashar al-Assad. Sistem pertahanan udara ini dirancang mampu untuk menghancurkan pesawat tempur, rudal penjelajah dan balistik, termasuk rudal jarak menengah serta bisa digunakan untuk menghantam sasaran di darat. Demikian sumber Daily Mail sebagaimana dilansir Kompas.com, Kamis (14/4/18)

Sistem pertahanan udara S-400 pertama kali dikirim ke Suriah pada 2015. Dengan kemampuan daya tembak hingga 400 kilometer, maka sistem pertahanan ini mampu menciptakan "payung" pelindung di hampir seluruh wilayah Suriah.

Sistem persenjataan ini juga disebut mampu menembak jatuh 80 sasaran secara simultan dan peluru yang ditembakkan memiliki kecepatan lebih dari 16.000 kilometer per jam. Rusia yang berniat bisa menjual sistem pertahanan ini ke Turki dan Iran, berharap kemampuan S-400 menangkal persenjataan Amerika Serikat menjadi promosi terbaik. Setiap unit sistem pertahanan S-400 itu dijual dengan harga 400 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,5 triliun.

Rusia sebelumnya sudah mengerahkan sejumlah S-400 ke pangkalan militernya di Suriah untuk menangkal serangan Turki. Hal itu dilakukan saat Rusia dan Turki berada di ambang konflik setelah sebuah jet tempur Angkatan Udara Turki menembak jatuh pesawat pengebom Rusia di perbatasan Suriah pada Nobvember 2015 silam.

Sementara itu, untuk rencana serangan militer ke Suriah, Amerika Serikat sudah menyiapkan gugus tugas yang dipimpin kapal induk USS Harry S Truman. Gugus tugas ini diperkuat delapan kapal perang, 90 pesawat tempur, serta persenjataan canggih lainnya. Sementara itu, Inggris menyiapka 8 jet tempur tornado, dua pesawat pengintai Sentinel, tiga pesawat angkut, serta sejumlah kapal selam. Sedangkan Perancis menyiapkan 6 jet tempur Mirage 2000 yang disiagakan di Jordania, 6 jet tempur Rafale, dan beberapa pesawat patroli.

Sedangkan di pihak Suriah, militer negeri itu memiliki 750 pesawat tempur, 360 jet tempur dengan kemampuan menyerang sasaran di darat, 50 helikopter multi-fungsi, 24 helikopter serbu, serta sistem pertahanan udara S-400. Rusia juga telah mempersiapkan sederet jet tempur Sukhoi Su-24, Su-25, dan Su-35 di pangkalan udara Khmeimim, Suriah. Rusia juga menyiapkan helikopter Mi-8 dan helikopter serbu Mi-24.

--- Guche Montero

Komentar