Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INDUSTRI Luncurkan “Making Indonesia 4.0”, Presiden Anjurkan Sikap Optimis 05 Apr 2018 10:23

Article image
Presiden RI Joko Widodo didampingi Menperin Airlangga. (Foto: Ist)
Presiden percaya revolusi Industri 4.0 justru akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja baru daripada jumlah lapangan kerja yang hilang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) percaya bahwa dampak dari revolusi Industri 4.0 akan 3000 kali lipat dibandingkan dampak revolusi industri pertama sekitar 200 tahun yang lalu. Namun Presiden tidak mempercayai prediksi McKanzie Global Institute, bahwa Revolusi Industri 4.0 akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja sekarang sampai tahun 2030 karena diambil alih oleh robot dan mesin.

“Kalau yang ini saya enggak percaya, enggak percaya kalau yang ini. Kalau yang pesimis-pesimis itu saya enggak percaya atau paling enggak rada enggak percaya,” kata Presiden Jokowi saat meluncurkan “Making Indonesia 4.0” yang merupakan roadmap atau peta jalan mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki Industri 4.0, di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/4/2018) pagi.

Presiden percaya revolusi Industri 4.0 justru akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja baru daripada jumlah lapangan kerja yang hilang. 

“Artinya apa? Apakah revolusi Industri 4.0 ini sebuah peluang besar? Jawaban saya, “ya” kalau kita mempersiapkan, kalau kita merencanakan, dan bisa mengantisipasi ini,” tegasnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang dengan sangat sigap dan serius mempersiapkan road map implementasi Industri 4.0 di Indonesia, yang nantinya akan lebih dikenal dengan Making Indonesia 4.0.

Tampak hadir dalam acara yang sekaligus digabung dengan acara pembukaan Indonesia Industrial Summit 2018 itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. 

--- Redem Kono

Komentar