Breaking News

NASIONAL Ma’ruf Amin Ajak Tokoh Nasional Kedepankan Jiwa Negarawan 06 Jun 2019 07:31

Article image
Cawapres KH Ma'ruf Amin. (Foto: Ist)
Para tokoh nasional saat ini diharapkan memiliki jiwa besar dan mewarisi jiwa negarawan dari para pendiri bangsa untuk dapat menyepakati keputusan konstitusional seperti hasil pemilu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemilu 2019 sudah selesai dengan aman. Karena itu para tokoh nasional saat ini diharapkan memiliki jiwa besar dan mewarisi jiwa negarawan dari para pendiri bangsa untuk dapat menyepakati keputusan konstitusional seperti hasil pemilu. 

"Pemilu 2019 sudah selesai dengan aman. Karena itu saya mengucapkan syukur. Kalaupun ada gangguan sedikit-sedikit, tapi secara keseluruhan tetap aman," ujar Cawapres KH Ma'ruf Amin, saat menyampaikan sambutan pada acara buka puasa bersama di kediaman Ketua DPD RI, Oesman Sapta, di Jakarta, belum lama ini.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, pada pemilu 2019, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma''ruf Amin menang.

 "Tapi menangnya masih digantung. Seperti masih mualaf," katanya.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, kata dia, harus menunggu keputusan hasil penghitungan manual oleh KPU.

"Ketika KPU mengumumkan hasil rapat pleno penghitungan suara yang dimenangkan Jokowi-Ma''ruf, juga masih digantung, karena masih digugat ke MK. Jadi masih harus menunggu keputusan MK," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin merefleksikan kisah bagaimana para pendiri bangsa merumuskan aturan hukum dan landasan negara, pada saat Indonesia merdeka, pada 17 Agustus 1945.

"Negara Indonesia dibentuk berdasarkan kesepakatan-kesepakatan dari para pendiri negara yang berbeda latar belakang," katanya.

Menurut Ma'ruf, Indonesia merdeka dan dibentuk berdasarkan kesepakatan sehingga disebut daarul mizaq. Kiai Ma'ruf menegaskan, menyamakan pandangan untuk mencapai kesepakatan itu tidak mudah, diperlukan jiwa besar dan sikap negarawan.

"Namun, para pendiri bangsa itu memiliki jiwa besar, sehingga kesepakatan bentuk negara dan landasan filosofi negara Indonesia dapat dicapai," katanya.

--- Redem Kono

Komentar