Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Macron: Percakapan Para Pemimpin Dunia Ibarat “Sosis” 06 Jun 2018 15:05

Article image
Selfie Presiden Macron dengan Presiden Jokowi. (Foto: Ist)
Macron diduga menyampaikan kepada Trump bahwa keputusan Amerika Serikat untuk memasang tarif ekspor pada sekutu AS adalah "ilegal" dan "salah".

PARIS, IndonesiaSatu.co -- Presiden Emannuel Macron mengibaratkan panggilan teleponnya dengan Donald Trump dan para pemimpin dunia lainnya sama seperti 'sosis': lebih baik tidak tidak mengetahui apa yang ada di dalamnya.

Dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Macron menggambarkan panggilan telepon antara dirinya dan Trump pekan lalu sangat "mengerikan".

Meminjam kutipan terkenal dari negarawan abad 19 Prusia, Otto von Bismarck, Macron menjelaskan alasan kebijakannya menahan diri untuk berkomentar tentang percakapannya dengan para pemimpin dunia lainnya.

“Seperti yang biasa dikatakan Bismarck, jika saya menjelaskan kepada orang-orang bagaimana sosis dibuat, sepertinya mereka akan berhenti memakannya,” kata Macron kepada wartawan, Senin (6/11/2018). 

“Jadi saya suka ketika orang melihat makanan yang sudah jadi, tetapi saya tidak yakin komentar dapur membantu orang untuk makan,” tambah Macron.

Analisis menilai percakapan Macron dengan Trump pekan lalu terkait masalah perdagangan dan imigrasi. Macron diduga menyampaikan kepada Trump bahwa keputusan Amerika Serikat untuk memasang tarif ekspor pada sekutu AS adalah "ilegal" dan "salah".

“Macron mengira dia akan mampu mengungkapkan pikirannya, berdasarkan hubungan AS-Prancis. Tetapi Trump tidak menanggapi kritikan seperti itu," kata koresponden CNN.

Macron berkomitmen melakukan pertemuan "yang berguna" dan "jujur" dengan Trump pada KTT G7 berikutnya di Kanada pada 7-8 Juni tentang isu yang mereka sepakati dan yang tidak mereka setujui.

--- Redem Kono

Komentar