Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

TEKNOLOGI Mahata dan Citilink Sediakan Wifi Tidak Berbayar di Pesawat 09 Mar 2018 09:13

Article image
MoU Citilink dan Mahata dan beberapa partner terkait layanan WiFi on Board di pesawat Citilink. (Foto: ist)
WiFi gratis ini akan terpasang di semua maskapai Citilink yang saat ini berjumlah 50 pesawat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Potensi penumpang pesawat terbang yang mencapai 85 juta per tahun mendorong PT Mahata Aero Teknologi (MAT), perusahaan teknologi Indonesia pertama penyedia solusi nirkabel untuk penumpang Airlines dan maskapai Citilink untuk menyediakan layanan In-Flight WiFi di dalam pesawat.

"Sekitar 85 juta penumpang menggunakan jasa angkutan udara setiap tahunnya, dan sekitar 12 juta atau 15 persen adalah penumpang Citilink. Jadi kami berpikir ini prospek bisnis yang bagus untuk memajukan teknologi WiFi di pesawat Citilink karena sebagai anak bangsa kami ingin mengembangkan teknologi untuk dinikmati oleh masyarakat, jangan sampai dikuasai asing," kata Managing Director PT Mahata Aero Teknologi, Iwan Setiawan di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Bahkan, layanan WiFi di pesawat Citilink ini adalah layanan WiFi on Board gratis pertama di Asia. "Ini layanan wifi tidak berbayar yang kita persembahkan bersama Citilink bagi para pelanggannya," jelas President Director PT Mahata Aero Teknologi (MAT), M Fitriansyah.

Dia menjelaskan, dari layanan WiFi on Board tersebut pelanggan Citilink dapat menikmati akses internet untuk layanan video, game, e-comerce, atau terkait pekerjaan yang terkoneksi internet. "Ini gratis, dan memang kita bersama Citilink membuat bisnis model yang berbeda, tetapi ini memungkinkan untuk dijalani," jelas Fitriansyah.

Rencananya, layanan WiFi gratis ini akan terpasang di semua maskapai Citilink yang saat ini berjumlah 50 pesawat. "Tahun ini kita pasang di lima pesawat Citilink. Sekitar kuartal ke empat 2018 sudah bisa dinikmati oleh pelanggan dengan kecepatan koneksi up to 78 Mbps," katanya.

Adapun investasi yang dikeluarkan untuk pengadaan teknologi WiFi on Board di 50 pesawat tersebut sebesar 40 juta dolar AS. "Kontrak kita dengan Citilink untuk penyediaan layanan WiFi ini selama 10 tahun dan bisa diperpanjang. Karena untuk pemasangannya, dari jadwal yang kita dapat dalam setahun kita pasang bertahap sekitar 7-9 pesawat," ungkap Fitriansyah.

Lantas bagaimana mendapatkan keuntungan dari layanan gratis teraebut, Fitriansyah menjelaskan akan ada share keuntungan antara Citilink dan Mahata. Tanpa dijelaskan lebih detail sharing keuntungan seperti apa yang disepakati keduanya. Namun ditenggarai share tersebut berasal dari transaksi yang dilakukan pelanggan selama penerbangan melalui platform e-comerce yang diaediakan Mahata.

Sementara Direktur Utama PT Citilink Indonesia (Citilink), Juliandra Nurtjahjo mengatakan, rencana pengadaan layanan WiFi on Board gratis ini telah direncanakan sejak lama.

"Ini sudah kami rencanakan sejak lama. Kami cita-citakan Citilink ini teknologi minded bagi pelanggan. Sekalipun kami bisnis modelnya low cost career, tetapi kami berusaha untuk membrikan layanan prima bagi pelanggan. Karena memang In-Flight conectivity ini berada pada urutan pertama yang diinginkan pelanggan," katanya.

Dia menjelaskan, kendati diberikan gratis kepada pelanggan, harapannya akan semakin banyak pengguna jasa maskapai Citilink. "Jadi WiFi gratis ini akan diterapkan bertahap sejak 2018 ini. Kita mulai 4 pesawat tahuh ini, terutama di golden rute Citilink. Nanti ke depan semua pesawat Citilink dengan semua tujuan penerbangan menikmati layanan ini. Murah, gratis WiFi, kami jaga produk konsistensinya sehingga tingkat keterisian kursi pesawat bisa kami tingkatkan dari saat ini sekitar 75 persen nantinya menjadi 85 persen," tegas Juliandra.

Untuk layanan WiFi on Board ini, PT Mahata Aero Teknologi (MAT), selaku Contract Owner / E-Commerce solution Provider menggandeng Inmarsat Aviation (Satellite Communication), Lufthansa Technik (hadrware, engenering, installation design and certification), dan Lufthansa System (software platform and integration).

--- Sandy Romualdus

Komentar