Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Mahathir akan Buka Kembali Kedutaan Malaysia di Pyongyang 13 Jun 2018 11:43

Article image
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhamad. (Foto: thestar.com)
Mahathir memuji langkah Jong-un untuk mengakhiri program nuklir dan mengurangi ketegangan politik di Semenanjung Korea serta kawasan regional.

KUALA LUMPUR, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan, Malaysia akan melakukan normalisasi hubungan diplomatilk dengan Korea Utara (Korut) dan membuka kembali kedutaan besarnya di Pyongyang.

Dikutip dari situs berita thestar.com, Rabu (13/6/2018), hal tersebut diungkapkan Mahathir dalam wawancara dengan “Nikkei Asian Review” pada awal pekan ini.

“Benar, kami akan membuka kembali kedutaan besar Malaysia di Pyongyang,” ujar Mahathir yang terpilih kembali sebagai perdana menteri di usianya ke-92 beberapa waktu lalu.

Hubungan kedua negara memburuk sejak April 2017 menyusul insiden pembunuhan sosok berpengaruh Korut, Kim Jong Nam, yang  merupakan saudara tiri dari Kim Jong-un. Insiden tersebut terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Malaysia kemudian menarik seluruh diplomat dan menutup sementara kedutaannya di Pyongyang.

Sementara itu, terkait hasil pertemuan Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang digelar di Singapura, Selasa (12/6/2018), Mahathir memberikan komentar positif.

Menurut Mahathir, Malaysia tidak perlu bersikap skeptis terhadap niat tulus Kim Jong-un untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Trump.

"Kita harus relistis melihat Korea Utara dan mendorongnya untuk berpartisipasi dalam dialog internasional untuk mengurangi kekakuan politik selama ini," ujar Mahathir seperti dikutip dari thestar.com, Rabu (13/6/2018).

Ia menambahkan, Malaysia harus menghargai sikap Korut-AS dan berupaya memperbaiki kembali hubungan diplomatik dengan Pyongyang.

Politisi sepuh yang sukses menggulingkan Najib Razak dari panggung politik Malaysia itu juga menekankan, rakyat Korut berhak untuk mendapatkan perlindungan kepentingan dan kesejahteraan seperti warga AS.

Ia memuji langkah Jong-un untuk mengakhir program nuklir dan mengurangi ketegangan politik di Semenanjung Korea serta kawasan regional.

Menurut Mahathir, program nuklir Korut menghabiskan terlalu banyak dana hanya untuk “menggertak” AS dan Korea Selatan.

--- Rikard Mosa Dhae