Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

PENDIDIKAN Mahfud MD: Radikalisme dan Narkoba Bagian dari Proxy War 24 Aug 2017 09:55

Article image
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. (Foto: Ist)
Upaya pelemahan bangsa Indonesia dilakukan dengan meniupkan benih-benih perpecahan lewat media sosial dan blog-blog untuk dikonsumsi warganet.

PURWOKERTO, IndonesiaSatu.co -- Tumbuh dan berkembangnya radikalisme dan peredaran narkoba di Indonesia merupakan bagian dari proxy war atau perang modern.

Hal ini disampaikan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD ketika menjadi pembicara dalam kuliah umum mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Selasa, 22 Agustus 2017.

Indonesia di mata Mahfud hampir tak menghadapi serangan fisik bersenjata. Namun, upaya pelemahan bangsa Indonesia dilakukan dengan meniupkan benih-benih perpecahan lewat media sosial dan blog-blog untuk dikonsumsi warganet.

"Sekarang ini ancaman fisik kepada Indonesia tidak ada. Tidak ada sekarang ini negara lain menyerang Indonesia dengan kekuatan bersenjata. Sekarang ini antara lain yang terjadi adalah proxy war," ujar Mahfud.

Mahfud juga mengakui masih ada pihak-pihak yang berkepentingan agar di Indonesia terjadi konflik. Mulai konflik horizontal berupa pertentangan golongan, agama, dan ras, hingga rencana memisahkan diri dari NKRI.

"Radikalisme, peredaran narkoba. Itu bagian dari proxy war. Dipecah-pecah melalui media sosial. Dipecah-pecah melalui isu agama," tambah Mahfud.

Mahfud juga mengatakan narkoba banyak digerakkan sindikat internasional. Itu sebabnya, generasi muda diminta untuk menjauhinya. Sebab, narkoba merupakan bagian dari proxy war untuk melemahkan Indonesia, terutama generasi muda. 

--- Redem Kono

Komentar