Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

POLITIK Maju Pilgub Jatim, Presiden Tunggu Pengunduran Diri Mensos Khofifah 09 Jan 2018 05:06

Article image
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Ist)
Saat ditanya apakah sudah ada keputusan menyangkut Menteri Sosial, menurut Presiden, (suratnya) belum sampai ke meja dirinya.

KUPANG, IndonesiaSatu.coMenanggapi adanya salah seorang menteri Kabinet Kerja, yaitu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang memutuskan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim),

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dirinya akan mengambil sikap setelah ada surat di meja kerjanya.

“Suratnya nanti sampai ke meja saya nanti saya putuskan ya,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1/2017) siang.

Saat ditanya apakah sudah ada keputusan menyangkut Menteri Sosial, menurut Presiden, (suratnya) belum sampai ke meja dirinya.

Jangan saling cela

Terkait pelaksanaan Pilkada serentak di 171 daerah itu sendiri, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa demokrasi di Indonesia ini harus mencerminkan karakter-karakter ke-Indonesiaan, yaitu karakter yang penuh kesantunan, karakter yang tidak saling menjelekkan, karakter yang tidak saling mencela.

“Karakter-karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengimbau agar antar kandidat dalam Pilkada jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan, apalagi memakai black campaign.

“Kampanye hitam, itu harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita,” tegas Kepala Negara.

Menurut Kepala Negara, antar kandidat sebaiknya saling adu prestasi, adu rekam jejak, adu track record, adu ide, adu gagasan, adu program, adu rencana-rencana.

“Sekali lagi demokrasi kita harus mencerminkan karekter kita, karakter bangsa Indonesia yang ramah, sopan dan santun, penuh kesantunan, itu,” tuturnya. 

--- Redem Kono

Komentar