Breaking News

AGAMA Maknai Bulan Kitab Suci, DPP Paroki Wolowaru Inisiasi Aneka Lomba 30 Sep 2019 10:04

Article image
Para peserta Lomba Baca Kitab Suci dan Lomba Membawakan Kotbah berpose bersama usai lomba. (Foto: Che)
"Kegiatan ini sebagai sarana iman agar kita lebih mengenal dan dekat dengan Firman Tuhan," kata Pater Villand.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Guna memaknai Bulan Kitab Suci yang dirayakan Gereja sejagat setiap bulan September dan upaya  mendekatkan umat dengan Kitab Suci, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Hati Amat Kudus Yesus Wolowaru, Keuskupan Agung Ende, Minggu (29/9/19) menginisiasi aneka lomba yang berkaitan dengan Kitab Suci.

Adapun aneka kegiatan yang diinisiasi Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki HAK Wolowaru yakni kuis Kitab Suci antar lingkungan/stasi kategori usia anak-anak, Lomba Baca Kitab Suci dan Lomba membawakan kotbah (homili) antar lingkungan/stasi se-Paroki Wolowaru.

Pastor Rekan Paroki Wolowaru, Pater Filan Nasrudin, SVD dalam sambutannya menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan tersebut yakni selain memaknai bulan Kitab Suci, juga mengajak umat untuk mendekatkan diri dengan Kitab Suci sebagai panduan iman dan pedoman hidup Kristiani.

"Kegiatan ini bukan soal menjadi juara, menang lomba dan mendapat hadiah. Namun kegiatan ini sebagai sarana iman agar kita lebih mengenal dan dekat dengan Firman Tuhan," ungkap Pastor muda yang baru merayakan 1 tahun tahbisan imamatnya itu.

Pater Villand menerangkan bahwa aneka kegiatan yang dilombakan tersebut menyentuh usia anak-anak sekolah untuk jenis lomba Kuis Kitab Suci, kaum muda untuk jenis lomba membawakan kotbah serta orang dewasa untuk jenis lomba Baca Kitab Suci.

"Kitab Suci sebagai Firman Tuhan harus menjadi milik kita semua umat Kristiani, secara khusus umat Paroki Wolowaru. Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan online atau sinetron hingga lupa membaca dan menghayati Firman Tuhan. Mari kita semua berusaha menjadi agen-agen pewarta Firman Tuhan dan menjadi saksi iman kepada sesama di sekitar kita; baik di komunitas basis, lingkungan/stasi maupun paroki. Kita adalah Gereja Kristus dalam arti persekutuan. Marilah kita bersama membangun gereja yang Injili dan misioner," ajak Pastor Moderator OMK Paroki Wolowaru ini.

Hasil Lomba

Berdasarkan informasi dari Panitia yang dihimpun media ini, terdapat 16 lingkungan/stasi yang ada di Paroki Wolowaru. Setiap lingkungan/stasi mengutus peserta lomba sesuai syarat dan ketentuan oleh DPP Paroki. Sementara untuk lomba Baca dan Membawakan Kotbah, ada 12 lingkungan/stasi yang berpartisipasi.

Untuk kategori lomba Kuis Kitab Suci, Lingkungan Bokasape berhasil menjadi juara pertama, lingkungan Nuaraja meraih juara kedua, stasi Boaloka meraih juara ketiga dan stasi Wolosoko meraih juara keempat.

Sementara untuk Lomba Baca Kitab Suci, Dewan juri memutuskan lingkungan Nuaraja menjadi juara pertama dengan total nilai 915, stasi Wolofeo menjadi juara kedua dengan total nilai 905, stasi Boaloka meraih juara ketiga dengan nilai 875, dan stasi Wololele B menjadi juara keempat dengan total nilai 870.

Sedangkan untuk kategori lomba membawakan Kotbah (homili), lingkungan Napuwaka berhasil meraih juara pertaman dengan total nilai 930, stasi Wololele B ada di posisi kedua dengan total nilai 925, stasi Detupau ada di posisi ketiga dengan total nilai 915, dan stasi Wolofeo ada di posisi keempat dengan total nilai 910.

Dari total perolehan nilai, yang berhak menjadi juara umum yakni stasi Wolofeo dengan total nilai 1815, menyusul stasi Wololele B di posisi kedua dengan total nilai 1795, dan lingkungan Nuaraja di posisi ketiga dengan total nilai 1760.

Kepada para pemenang lomba dan seluruh peserta lomba, DPP Paroki memberikan hadiah dan penghargaan.

Pembangunan Iman Umat

Dikonfirmasi media ini, Anggi mengaku terkesan dengan kegiatan yang digagas tersebut sehingga umat dapat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan parokial.

"Ini lebih sebagai motivasi dan dorongan agar umat bisa terlibat aktif dan dapat mengambil hikmah (nilai) untuk hidup sehari-hari. Semoga ke depan, kegiatan seperti ini atau kegiatan lain yang berkaitan dengan pembangunan iman umat terus ditingkatkan sehingga umat tidak menjadi gereja yang pasif dan eksklusif," kesan Anggi usai menjuarai lomba Baca Kitab Suci.

Kesan senada diutarakan fasilitator SEKAMI dan JPA Wolowaru, Fanny dan Bella. Keduanya berharap agar iman anak-anak dapat bertumbuh dalam lingkungan yang kondusif melalui kegiatan-kegiatan edukatif dan positif.

"Orang tua perlu menjadi panutan moril guna membantu perkembangan iman anak-anak. Semoga keluarga-keluarga Kristiani menjadi panutan iman bagi anak-anak dan kaum muda. Diharapkan, gereja juga dapat menjadi 'rumah tangga' iman bagi segenap umat, khususnya di Paroki Wolowaru," kesan keduanya.

--- Guche Montero