Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Malaysia Rencanakan Hapus Hukuman Mati dan Undang-Undang dari Era Kolonial 12 Oct 2018 09:01

Article image
Ilustrasi hukuman mati. (Foto: Elsam/google.co.id)
Amnesty International menyambut positif RUU penghapusan hukuman mati dan mendesak negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk mengikuti langkah Malaysia.

KUALA LUMPUR, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Malaysia mengumumkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang antara lain akan menghapus hukuman mati dan merevisi undang-undang dari era kolonial yang dinilai tidak relevan lagi untuk diterapkan.

Dikutip dari laman New Strait Times/nst.com.my , Jumat (12/102018), Menteri Hukum Liew Vui Keong mengatakan, pemerintah akan mengakhiri hukuman mati dan menghentikan semua eksekusi yang sudah dijadwalkan hingga diberlakukan undang-undang baru.

"Semua hukuman mati akan dihapus. Semuanya akan dihentikan secara penuh," ujar Menteri Hukum Datuk Liew Vui Keong, seperti dikutip dari nst.com.my.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Multimedia Gobind Singh Deo menegaskan, Undang-Undang Penistaan yang diberlakukan oleh Inggris pada tahun 1948 juga akan diusulkan untuk dicabut.

Pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut kepada parlemen akan dilakukan pemerintah  Malaysia pada awal pekan depan.

Undang-undang yang berlaku saat ini menegaskan, hukuman mati wajib dilakukan untuk kejahatan seperti pembunuhan, penculikan, hingga pelanggaran narkoba dan pengkhianatan negara (termasuk tindak terorisme).

Pada 2017 otoritas Malaysia melakukan empat eksekusi mati melalui hukum gantung.

Amnesty International menyambut positif RUU penghapusan hukuman mati dan mendesak negara-negara di kawasan Asia Tenggara  untuk mengikuti langkah Malaysia.

Berdasarkan catatan Amnesty International, hingga saat ini sedikitnya 142 negara telah menghapus hukuman mati.

--- Rikard Mosa Dhae