Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

GAYA HIDUP Mana Lebih Higienis dan Sehat, Kloset Jongkok atau Duduk 19 Jul 2018 12:00

Article image
Model toilet duduk modern. (Foto: Remodelista)
Hasil penelitian menyebutkan kloset jongkok justru lebih higienis dibandingkan model duduk, sebab tidak terjadi kontak langsung antara tubuh dengan kloset jongkok.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Kebutuhan akan kloset dewasa ini sudah menjadi hal yang umum, baik di kota maupun di desa. Dengan semakin mutakhir perkembangan zaman, semakin mutakhir pula pilihan orang terhadap bentuk kloset.

Ada dua jenis kloset yang dikenal orang, yakni kloset duduk dan jongkok. Kloset duduk merupakan perkembangan lanjutan dari kloset jongkok. Di kota besar, sudah jarang ditemukan kloset jongkok, baik di hotel, perkantoran, pusat belanja maupun di rumah. Kloset jongkok masih banyak ditemukan di kota-kota kecil atau pedesaan.

Kloset duduk kini menjadi trend karena dianggap lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan lebih membuat orang santai. Toilet duduk masa kini membuat orang seperti lagi duduk santai sambil membaca Koran ketika membuang air. Sedangkan kloset jongkok dianggap dianggap kuno. Namun banyak orang tidak tahu bahwa ditinjau dari sisi kesehatan, kloset jongkok ternyata lebih sehat.

Dikutip dari okezone.com, berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Digest Diseases and Sciences mengungkapkan bentuk kloset memengaruhi kelancaran saat buang air besar. Hasil penelitian itu menyebutkan kloset jongkok justru lebih higienis dibandingkan model duduk. Sebab, tidak terjadi kontak langsung antara tubuh dengan kloset jongkok.

Kelebihan lain dari kloset jongkok adalah untuk melatih kekuatan kaki dan otot panggul untuk menahan berat badan. Jadi, pemakaian kloset jongkok bakal membuat tubuh lebih sehat.

Lebih lanjut diungkapkan dalam jurnal tersebut, pemakaian kloset duduk lebih dianjurkan kepada balita, wanita hamil, penderita arthritis alias radang sendi, obesitas, dan orang lanjut usia (lansia). Kloset ini lebih nyaman dipakai karena tidak memberikan tekanan pada lutut maupun perut. Tapi, pemakaian kloset duduk berpotensi tinggi dalam menyalurkan kuman serta virus ke tubuh. Hal ini terjadi karena kontak langsung antara tubuh dengan kloset.

Sementara pemakaian kloset jongkok juga bisa menyebabkan arthritis dan gangguan lutut. Jadi, kloset jongkok sangat tidak disarankan bagi mereka yang memiliki keluhan tersebut. Tekanan yang terjadi saat berjongkok membuat lutut cepat lelah yang sering menimbulkan nyeri serta kram.

Kedua jenis kloset ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sekarang, giliran Anda memilih menggunakan yang sesuai dengan kondisi tubuh.

--- Simon Leya

Komentar