Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KESEHATAN Manfaat Diare yang Belum Banyak Diketahui Orang 09 Jul 2017 09:33

Article image
Para ahli berpendapat, diare memiliki sisi positif. (Foto: ist)
Studi baru yang dipublikasikan di Cell Host dan Microbe juga mengungkap peran interleukin-22 yang sebelumnya tidak dikenal, sebuah molekul sistem kekebalan tubuh dalam pertahanan host terhadap infeksi.

BANYAK salah paham tentang diare. Kebanyakan orang menganggap diare sebagai pengalaman yang buruk. Namun para ahli berpendapat, diare memiliki sisi positif, di antaranya membantu membersihkan bakteri yang menyebabkan infeksi gastrointestinal .

Dalam sebuah studi baru dari Brigham and Women's Hospital, para peneliti mengeksplorasi mekanisme kekebalan yang mendorong diare dan mereka menyimpulkan bahwa diare memainkan peran penting dalam pembersihan patogen pada tahap awal infeksi.

Studi baru yang dipublikasikan di Cell Host dan Microbe juga mengungkap peran interleukin-22 yang sebelumnya tidak dikenal, sebuah molekul sistem kekebalan tubuh dalam pertahanan host terhadap infeksi.

"Hipotesis bahwa diare membersihkan patogen usus telah diperdebatkan selama berabad-abad," kata penulis studi utama, Jerrold Turner, MD, PhD, seperti dilansir laman India Times, Kamis (6/7/2017).

"Dampaknya pada perkembangan infeksi usus masih kurang dipahami. Kami berusaha untuk menentukan peran diare dan melihat apakah hal tersebut benar-benar menunda pelepasan patogen dan memperpanjang penyakit," jelas Turner sebagaimana dikutip jpnn.com (8/7/2017).

Untuk menyelidiki hal ini, peneliti menggunakan tikus yang terinfeksi dengan citrobacter rodentium, infeksi yang setara dengan infeksi E. coli.

Dengan menggunakan model ini, peneliti melihat adanya peningkatan permeabilitas penghalang usus hanya dalam waktu dua hari setelah infeksi, jauh sebelum peradangan dan kerusakan epitel.

Secara khusus, mereka menemukan peran penting interleukin-22 yang pada gilirannya memengaruhi molekul lain yang disebut claudin-2, sebelumnya diketahui terlibat dalam menyebabkan diare.

Peneliti juga menemukan bahwa diare akibat pensinyalan kedua molekul ini membantu mempromosikan pembersihan patogen dan tingkat keparahan penyakit yang terbatas.
Penelitian lain telah mengusulkan pengembangan terapi baru untuk menghambat klaudin-2.

Namun, Turner dan rekannya menjelaskan bahwa aktivasi jalur ini mungkin penting untuk memerangi infeksi, terutama pada tahap awal suatu penyakit.

--- Simon Leya

Komentar