Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

HUKUM Mangkir Dari Panggilan KPK, Novanto Kunker ke NTT 15 Nov 2017 02:07

Article image
Anggota DPR RI Dapil NTT, Setya Novanto Kembali Mangkir dari Pangilan Penyidik KPK(Foto: Ist)
"Alasan yang digunakan masih sama yakni terkait izin presiden. Sama seperti pemeriksaan sebelumnya, yakni KPK harus mengantongi izin Presiden Joko Widodo. Sebelum ada izin Presiden Jokowi, Setnov tidak akan memenuhi panggilan KPK," kata Jubir KPK, Febri

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto kembali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah mengirimkan surat ketidakhadiran kepada lembaga KPK berkop DPR RI serta tandatangan sebagai Ketua DPR RI.

Ketua Umum Partai Golkar itu sedianya diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP senilai Rp5,9 triliun untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo.

Kepada media, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa Novanto masih menggunakan alasan yang sama mengenai ketidakhadirannya dari panggilan penyidik KPK yakni terkait izin Presiden.

"Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS. Alasan yang digunakan masih sama yakni terkait izin presiden. Sama seperti pemeriksaan sebelumnya, yakni KPK harus mengantongi izin Presiden Joko Widodo. Sebelum ada izin Presiden Jokowi, Setnov tidak akan memenuhi panggilan KPK," kata Febri, Senin (13/11/17).

Dengan demikian, sudah tiga kali Novanto mangkir dari panggilan penyidik KPK sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Sementara pihak penyidik KPK membutuhkan keterangan Setnov (panggilan Novanto) yang diduga mengetahui peran Anang dalam proyek itu guna penyidikan kasus korupsi e-KTP tersebut.

Sebelumnya, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi mengaku masih menunggu konfirmasi dari Setya Novanto terkait kehadirannya di KPK

Kunjungan kerja ke NTT

Selain mengirimkan surat ketihadirannya kepada lembaga KPK, pada hari yang sama Setnov melakukan kunjungan kerja (kunker) sebagai anggota DPR ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan daerah pemilihan (dapil) dirinya terpilih sebagi anggota dewan.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Legislatif Eksekutif Partai , Yahya Zaini.

"Hari ini Setya Novanto mengadakan kunjungan kerja ke Kupang, NTT. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin dan tugasnya sebagai anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan (dapil) Kupang, NTT. Apalagi saat ini DPR tengah reses. Dijadwalkan kegiatan kunker berlangsung selama dua hari," kata Yahya.

Ia mengaku tidak mengetahui bahwa pada hari yang sama Setya Novanto mendapat panggilan dari penyidik KPK.

Sebagaimana diketahui, Setya Novanto telah ditetapkan kembali sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP pada Jumat (10/11/17) lalu. Penetapan kembali Novanto sebagai tersangka merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya dinyatakan gugur lewat proses praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

                                         

--- Guche Montero

Komentar