Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

TOKOH Mantan Ketua Umum PDI Soerjadi Tutup Usia 04 Jun 2016 14:25

Article image
Mantan Ketua Umum PDI Soerjadi wafat. (Foto: Kompas.com)
Selain memimpin PDI pada periode 1986-1993, Soerjadi pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Wakil Ketua DPR-MPR.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mantan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Soerjadi meninggal dunia pada usia 77 tahun, Sabtu (4/6/2016) sekitar pukul 09.20 WIB.

Soerjadi wafat saat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Almarhum akan dibawa ke rumah duka Jalan Grinting II Nomor 18 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Soerjadi yang lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 13 April 1939, merupakan mantan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI). PDI bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan partai yang berkiprah pada masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpin Soeharto.

Dalam Kongres Luar Biasa PDI yang diselenggarakan di Surabaya pada 1993, Megawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI. Namun, pemerintahan Soeharto tidak puas dengan terpilihnya Mega sebagai Ketua Umum PDI. Mega pun didongkel dalam Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, yang memilih Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI.

Dengan dukungan pemerintah, kelompok Soerjadi melakukan perebutan kantor DPP PDI dari pendukung Megawati, pada 27 Juli 1996. Terjadi pertumpahan darah pada peristiwa yang disebut dengan Peristiwa 27 Juli ini. Alhasil, pada pemilu 1997, pemilih PDI mengecil karena sebagian besar massanya berpindah pada Partai Persatuan Pembangunan yang lebih dikenal sebagai “Mega Bintang”.

Karena terus dilanda konflik, Megawati akhirnya mendeklarasikan PDI Perjuangan, sedangkan PDI dipimpin Budi Hardjono. Dalam Pemilu 1999, PDI Perjuangan berjaya, sedangkan PDI tak mendapat suara signifikan.

Selain memimpin PDI pada periode 1986-1993, Soerjadi pernah menjadi ketua umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan wakil ketua DPR-MPR.

 

--- Very Herdiman

Komentar