Breaking News

INTERNASIONAL Robert Mugabe Wafat pada Usia 95 Tahun 06 Sep 2019 16:25

Article image
Robert Mugabe, salah seorang pahlawan kemerdekaan Afrika, yang lama memerintah Zimbabwe. (Foto: The Guardian)
Mugabe meninggal di Singapura, di mana dia berkali-kali dirawat selama beberapa bulan terakhir akibat penyakitnya yang memburuk.

SINGAPURA, IndonesiaSatu.co -- Robert Mugabe, salah seorang pahlawan kemerdekaan Afrika, yang lama memerintah Zimbabwe yang kemudian terjerumus ke dalam tirani, korupsi, dan salah urus sudah meninggal pada usia 95 tahun, demikian dikatakan Presiden Emmerson Mnangagwa.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat pagi, Mnangagwa menyebut Mugabe “seorang ikon kebebasan orang-orang Afrika yang mendedikasikan hidupnya kepada emansipasi dan pemberdayaan rakyatnya. Kontribusinya kepada sejarah negara dan benua kami tidak akan dilupakan. Semoga jiwanya beristirahat dalam kedamaian kekal.”

Monica Mutsvangwa, Menteri Informasi Zimbabwe yang dikonfirmasi soal kematian Mugabe mengatakan: “Ya, ini sungguh mengejutkan. Banyak dari kami sudah seperti anak-anaknya sendiri. Kami tidak akan dapat menulis sejarah kami tanpa menyebutnya,” kata seperti dilansir The Guardian (6/9/2019).

Kematian mantan presiden yang memerintah Zimbabwe selama empat dekade sebelum diambil alih oleh militer pada November 2017, menandai berakhirnya era dalam sejarah kolonial Inggris.

Mugabe meninggal di Singapura, di mana dia berkali-kali dirawat selama beberapa bulan terakhir akibat penyakitnya yang memburuk. Pada November 2018, Mnangagwa, yang mengambil alih kursi presiden dari Mugabe mengatakan Mugabe sudah tak mampu lagi berjalan.

Meskipun dikenal sebagai sosok yang berjuang menentang supremasi kaum kulit putih di negaranya, Mugabe sudah lama menjadi figur pemecah-belah di negaranya sendiri dan seluruh benua.

Lima tahun terakhir pemerintahannya ditandai oleh kebangkrutan keuangan, serangan kekerasan intimidasi dan perebutan kekuasaan antara istrinya Grace, yang 41 tahun lebih muda darinya melawan Mnangagwa yang adalah mantan tangan kanannya.

Rivalitas antara istrinya dan mantan orang kepercayaannya berakhir ketika Mnangagwa, seorang pendukung partai Zanu-PF, mengambil alih kekuasan ketika Mugabe enggan turun tahta setelah digulingkan militer.

--- Simon Leya

Komentar