Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

HANKAM Mantan Teroris Ajak Generasi Muda Jauhi Terorisme 02 Nov 2017 10:41

Article image
Mantan teroris Muhammad Sofyan Tsauri. (Foto: Ist)
Sofyan meminta generasi muda mewaspadai dan melawan propaganda kelompok radikal yang memang menyasar kalangan muda.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Generasi muda harus mengaktualisasikan diri secara cerdas dan jangan sampai terjerumus dalam hal yang negatif termasuk radikalisme dan terorisme.

Demikian ajakan mantan teroris Muhammad Sofyan Tsauri dalam siaran pers yang diterima IndonesiaSatu.co di Jakarta, Rabu (2/11/2017) malam.

"Generasi muda harus cerdas dalam mengaktualisasi diri terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme," ujar

 Sofyan mengajak generasi muda memiliki energi yang besar dan idealisme yang kuat. Belajar dari perjalanan hidupnya, Sofyan mengajak generasi muda untuk mengarahkan energi dan idealismenya pada hal-hal positif yang lebih bermanfaat bagi sesama manusia, bangsa dan negara.

Sofyan sendiri pernah menjadi anggota polisi dan berdinas di Polres Depok. Ia kemudian keluar dari kepolisian dan bergabung dengan jaringan Al Qaeda. Ia pernah divonis 6 tahun penjara.

Kini Sofyan sudah bertobat dan bahkan aktif membantu pemerintah dalam menyuarakan perdamaian dan antiradikalisme terorisme.

Sofyan meminta generasi muda mewaspadai dan melawan propaganda kelompok radikal yang memang menyasar kalangan muda sedang berada pada tahap haus ilmu dan informasi untuk direkrut menjadi anggotanya.

Dia menegaskan bahwa ajaran radikalisme tidak cocok bagi Indonesia sebagai bangsa majemuk yang menghargai perbedaan karena ideologi kekerasan ini justru membuat perpecahan bangsa dengan motif agama. 

"Ini harus benar-benar diwaspadai generasi muda agar mereka tidak salah jalan. Jangan sampai semangat mengaktualisasi diri dengan kemajuan teknologi dikotori oleh ujaran kebencian yang mengajak pada suatu permusuhan hanya karena perkara sepele," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar