Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

REFLEKSI Manusia yang Berkarakter Pemenang 12 Sep 2017 10:43

Article image
Lyliana Natsir dan Tantowi Achmad berpose usai menjadi Juara Dunia ganda campuran bulutangkis 2017. (Foto: kompas.com)
Bagi pribadi yang berjiwa pemenang, setiap pengalaman termasuk kegagalan, kesulitan, dan tantangan apapun tidaklah merapuhkan daya juang, melemahkan semangat dan nyali untuk bertarung.

Oleh Valens Daki-Soo

 

KETIKA terdesak dan mengalami kekalahan menyakitkan dalam Perang Asia Timur Raya di Filipina, Jenderal Douglas McArthur, komandan gugus tempur Amerika Serikat di Pasifik yang legendaris itu berujar tegas dan pasti, "I shall return!"

"Saya akan kembali!" Sang panglima membuktikan kebenaran dan kekuatan kata-katanya. Dia memang kembali dan meluluh-lantakkan kekuatan militer Jepang di kawasan Pasifik dan Asia Tenggara.

Itulah pribadi berkarakter pemenang. Kekalahan atau kegagalan bukanlah alasan untuk menyerah di palagan perjuangan. Bagi pribadi yang berjiwa pemenang, setiap pengalaman termasuk kegagalan, kesulitan, dan tantangan apapun tidaklah merapuhkan daya juang, melemahkan semangat dan nyali untuk bertarung, melainkan justru menaikkan adrenalin, melonjakkan spirit berjuang, mengobarkan api perjuangan dalam jiwa mereka.

Untuk mengapresiasi para pemenang, pada Minggu (10/9/2017) Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) -- sebuah lembaga konsultan berpengaruh yang dibentuk Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Hendropriyono dengan COO-nya Komjen Pol (Purn) Gories Mere -- memberi penghargaan kepada Lyliana Natsir dan Tantowi Achmad sebagai Juara Dunia ganda campuran bulutangkis 2017. Mereka juga peraih medali emas Olimpiade 2016 serta meraih medali emas All England 2012, 2013, 2014. Mereka merebut predikat Juara Dunia empat kali. Keberhasilan mereka tentu tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk sang pelatih Richard Mainaky, yang menempa mereka menjadi pribadi pemenang.

Kemenangan dan kesuksesan Lyliana-Tantowi adalah buah dari perjuangan, keuletan, ketangguhan,  sikap pantang menyerah, ketekunan, jiwa spartan, disiplin dan latihan terus-menerus. Tiada sukses sejati tanpa kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas.

Kedua juara kita ini beserta pelatihnya telah memberi kita pelajaran nyata bahwa untuk menjadi juara dalam berbagai bidang kehidupan dibutuhkan tak hanya latihan fisik atau perjuangan seadanya saja, melainkan perlu penempaan karakter sebagai manusia pemenang.

Begitu penting dan mendasarnya masalah karakter, sehingga Bung Karno nyaris tanpa henti dalam hidupnya bicara tentang "Nation and Character Building".

Presiden Jokowi menerjemahkan "Character Building" itu dengan Revolusi Mental.

Kita bisa belajar dari para atlet yang selalu berburu gelar juara berbekal semangat dan mental juara. Watak dan kepribadian atlet "sang juara"  terlihat saat dia berjuang di medan laga.

"Setiap hari, di dalam hidup, saya mau memberikan yang terbaik dari hidup saya," itulah pribadi yang berkarakter pemenang.

Ada beberapa ciri pribadi pemenang:

Pertama, seorang juara selalu memiliki tujuan yang jelas.

Sosok Florence Chadwick adalah contoh hebat. Perempuan asal Amerika ini telah menetapkan tujuan yang jelas untuk menjadi perempuan pertama yang berhasil menyeberangi Selat Catalina dengan berenang. Setelah sempat menyeberangi selat Inggris, Florence sempat melawan kabut dan hiu dalam menempuh jarak renang sejauh 35 km, namun sayang kabut menghalanginya untuk menggapai pesisir Catalina. Dia pun gagal. Padahal saat itu, dia sudah mencapai jarak 33 km. 

Pada tahun selanjutnya, Florence kembali menetapkan tujuannya menyeberangi Catalina. Dia menetapkan tujuan yang lebih jelas dengan sudah membayangkan melihat pesisir pulau tujuannya. Kabut yang menghadangnya pun tidak dapat membendung tujuannya. Dia berhasil.

Kedua, seorang juara berani membayar harga kenyamanan untuk sebuah kemajuan.

Perenang Michael Phelps gusar saat wartawan mengatakan bahwa dirinya hanya beruntung saat meraih 8 medali emas pada Olimpiade 2008. Dia mengatakan prestasinya itu bukan keberuntungan, tetapi dicapai melalui kerja keras. 

Saat kalian makan siang, Phelps sedang berlatih di dalam kolam renang. Saat berlibur dengan keluarga, dia juga tampak masih berlatih di sana. Saat orang lain berada dalam kenyamanan, Phelps telah menggadaikannya demi sebuah kerja keras untuk meraih kesuksesan.

Ketiga, selalu lakukan hal yang di luar biasanya untuk berhasil.

Michael Phelps mengatakan, "Anda tak dapat menetapkan batasan pada apapun" ketika ditanya tentang bagaimana cara mencapai target kehidupan.

Untuk menorehkan prestasi luar biasa, kita pun mesti melakukan pekerjaan dan memberikan dedikasi kita dengan cara dan semangat yang luar biasa pula.

Keempat, apa yang Anda fokuskan, itulah yang harus Anda dalami.

Seorang juara akan fokus pada hal-hal yang membantu pencapaian impian mereka dan bukannya pada hal-hal yang menghambat pencapaian impian tersebut. Kita perlu membuka diri untuk melihat kesempatan dengan lebih dalam dan lebih positif.

Kelima, untuk memiliki kupu-kupu di halaman dan rumah Anda, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, dengan membawa jaring tetapi sedikit yang akan terjaring, sementara cara kedua adalah dengan membuat taman bunga sehingga kupu-kupu yang akan datang sendiri kepada Anda.

Seorang juara akan terus mengembangkan dirinya untuk memiliki cara dan kualitas yang banyak dicari oleh berbagai kalangan sehingga kesuksesan  justru akan mendekatinya.

Lyliana-Tantowi adalah contoh manusia berkarakter pemenang yang mendedikasikan masa muda mereka untuk berlatih kontinyu, hidup dengan disiplin, berjuang membawa nama bangsa dan negara berkat daya tarung yang luar biasa.

Selamat dan terima kasih kedua putri-putra terbaik bangsa. Salut dan terima kasih pula kepada sang pelatih yang menjadi mentor mereka.

Semoga jejak langkah mereka diikuti para anak bangsa dalam berbagai bidang kehidupan.

Kita adalah bangsa pejuang.

Kita adalah bangsa pemenang.

Perjuangan kita tak akan pernah berakhir, seperti kata Bung Karno, "For a fighting nation, there is no journey's end."

 

Penulis adalah penikmat psikologi, Chairman PT Veritas Dharma Satya (VDS), Pendiri VDS & Partners Law Firm, Pendiri dan Pemimpin Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar