Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

KEAMANAN Markas Polda Sumatera Utara Diserang, Satu Polisi Tewas 25 Jun 2017 08:20

Article image
Pos Jaga Polda Sumut pasca penyerangan yang menewaskan satu aparat kepolisian. (Foto: Ist)
Ajun Inspektur Satu Polisi M Sigalingging,  Personel Pelayanan Markas Polda Sumatera Utara itu tewas setelah terluka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri.

MEDAN, IndonesiaSatu.co -- Penyerangan berujung maut terhadap aparat kepolisian kembali terjadi. Tidak tanggung-tanggung, kali ini penyerang nekat meneronos pos jaga Markas Polda Sumatera Utara. Akibat penyerangan Minggu (25/6/2017)dinihari tersebut, Ajun Inspektur Satu Polisi M Sigalingging dinyatakan tewas saat bertugas jaga di pintu keluar Markas Polda Sumatera Utara.

Seperti dikutip dari Antara,Personel Pelayanan Markas Polda Sumatera Utara itu tewas setelah terluka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Rina Sari Ginting, mengatakan, penyerangan itu terjadi pos jaga pintu 3 yang merupakan jalur keluar Markas Polda Sumatera Utara.

Pelaku berjumlah dua orang yang masuk ke Markas Polda Sumatera Utara dengan cara melompat pagar dan menyerang petugas di pos jaga.

Pada saat kejadian, pos penjagaan di pintu 3 dijaga empat personel Pelayanan Markas Polda Sumatera Utara. Satuan ini setara dengan detasemen markas di lingkungan TNI. Dua personel tengah berpatroli, sedangkan Sigalingging dan Brigadir Dua Polisi E Ginting berjaga di pos.

Ketika dua orang tidak dikenal itu memasuki pos penjagaan, Sigalingging sedang beristirahat di ruang jaga, sedangkan Ginting berjaga dan berjalan di depan pos penjagaan.

Kemudian, Ginting mendengar suara ribut di pos penjagaan dan melihat ada dua orang asing sudah berada di dalam kamar yang digunakan Sigalingging berisitirahat.

Setelah mengetahui ada keributan dan pelaku mengancam dengan pisau, Ginting berlari dan berteriak untuk meminta bantuan kepada anggota Satuan Brimob yang sedang patroli dan yang bertugas di pos jaga 2.

Anggota Satuan Brimob yang berjaga langsung menembak pelaku. Satu orang pelaku mati seketika di tempat dan satu orang lagi masih hidup.

Akibat penyerangan itu, Sigalingging tewas dengan luka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga akibat perkelahian dan perlawanan di pos jaga.

Polisi sedang mendalami serta pengembangkan penyerangan itu. "Pelaku diduga berafiliasi dengan ISIS," katanya.

--- Sandy Romualdus

Komentar