Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HANKAM Marsekal Hadi Dilantik Sore Ini, Jenderal Gatot: TNI Harus Netral 08 Dec 2017 16:57

Article image
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Marsekal TNI Hadi Tjahjono. (Foto: detik.com)
Gatot menyatakan masih tetap menyandang sebagai prajurit TNI setelah Presiden Joko Widodo melantik Marsekal TNI Hadi Tjahjono menggantikan dirinya sebagai Panglima TNI.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan agar prajurit TNI harus netral dari aktivitas politik. Gatot mengatakan ini pada acara menyapa para prajurit TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara di Surabaya, yang berlangsung di Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Koarmatim), Jumat (8/12/2017).

"Politiknya prajurit TNI adalah politik negara. Kami memegang teguh prinsip bahwa prajurti TNI tidak bisa dibeli oleh siapapun," tegas Gatot.

Gatot menyatakan masih tetap menyandang sebagai prajurit TNI setelah Presiden Joko Widodo melantik Marsekal TNI Hadi Tjahjono menggantikan dirinya sebagai Panglima TNI.

"Sesudah bulan Maret tahun depan pun saya masih sebagai prajurit walaupun sudah purna tugas," ujarnya seperti dikutip Antara News (8/12/2017).

Dia mengatakan, sebagai seorang prajurit TNI, akan selalu mendedikasikan hidupnya untuk ketuhanan dan negara Republik Indonesia. 

"Prajurit TNI harus taat hukum dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Taat kepada atasan hingga atasan yang tertinggi yaitu Presiden Republik Indonesia yang terpilih secara sah," ucapnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menurut rencana akan dilantik menjadi Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, sore ini.

Setelah menyapa para prajurit TNI di Surabaya, Gatot bergegas terbang ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Istana Negara Jakarta. 

Menurut dia, pergantian Panglima TNI adalah hak prerogatif Presiden. 

"Saya sudah menjabat Panglima TNI hampir tiga tahun. Tidak harus menunggu sampai saya pensiun pada bulan Maret mendatang untuk melantik Panglima TNI yang baru," katanya.

Karena awal tahun depan sudah mulai memasuki masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di seluruh wilayah Indonesia, maka Jenderal Gatot sepakat jika pergantian Panglima TNI dilakukan pada akhir tahun ini. 

"Mungkin Presiden berpikir bulan Januari 2018 sudah persiapan Pilkada serentak yang dimungkinkan sudah mulai ada riak. Kalau panglimanya menjabat pada Desember akhir tahun ini maka sudah bisa mulai berorientasi dan siap menghadapi perkembangan," ujarnya.

Selanjutnya Jenderal Gatot menjadwalkan serah terima jabatannya digelar Sabtu (9/12/2017) di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, atau sehari setelah pelantikan Panglima TNI yang baru, agar tidak terjadi kekosongan pemegang kendali komando TNI.

"Biar pada hari Senin, 11 Desember, Panglima TNI yang baru bisa langsung memimpin apel perdana, sehingga sempurna sudah purna tugas saya," ucapnya.

--- Simon Leya

Komentar