Breaking News

REGIONAL Masuk Daftar ODP, Enam Warga NTT Diisolasi di RS Rujukan 19 Mar 2020 06:39

Article image
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan isolasi diri sendiri bisa berlaku pada seseorang yang menunjukkan gejala COVID-19 yang berisiko sedang (midle risk). (Foto: ilustrasi Virus Corona)
"Saat ini mereka semua dalam pemantauan dan berada di ruang isolasi untuk dilakukan observasi," ujar Kadis Dominikus.

KUPANG, IndonsiaSatu.co-- Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan sejauh ini terdapat enam warganya masuk daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Virus Corona, dan keenamnya sedang dirawat di dua rumah sakit rujukan Covid-19.

"Sampai dengan sore ini, terdapat enam orang yang masuk dalam ODP dan sedang dirawat di dua rumah sakit rujukan Covid-19, yakni di RSUD W.Z Johannes Kupang dan RSUD TC. Hillers Maumere," kata Kadis Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere kepada wartawan di Kupang, seperti dilansir Antara, Selasa (17/3/20).

Dari Enam warga NTT yang dirawat di dua RSUD tersebut, dua orang dirawat RSUD TC. Hillers Maumere, dan empat di RSUD W.Z Johannes Kupang, setelah sebelumnya hanya terdapat lima orang.

Enam pasien itu, kata Dominikus, sudah berada di ruang isolasi kedua rumah sakit tersebut termasuk dengan pasien rujukan dari RSUD SK Lerik Kota Kupang.

"Saat ini mereka semua dalam pemantauan dan berada di ruang isolasi untuk dilakukan observasi," ujar dia.

Terkait riwayat perjalanan sejumlah pasien ODP yang dirawat di dua RSUD tersebut, Kadis Kesehatan enggan untuk menyebutkannya.

Sementara itu, Karo Humas Pemprov NTT, Marius Jelamu mengatakan perkembangan dari sejumlah pasien itu akan terus dipantau dan akan disampaikan ke media.

"Dari hari ke hari kita akan meng-update terkait dengan informasi atau kondisi di NTT terkait dengan kasus Covid-19 ini," tambahnya.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya dengan berbagai informasi soal kasus Covid-19 di media sosial, apalagi sampai menuduh seseorang sebagai orang positif Covid-19.

"Pemerintah NTT saat ini terus memperketat pengamanan di pos-pos lintas batas negara, bandara, serta kawasan masuk ke daerah wisata untuk mencegah virus tersebut," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar