Breaking News
  • Indonesia-Australia jajaki tarif 0 persen untuk tiga komoditas
  • Kemendag amankan minuman beralkohol tanpa izin impor
  • Laos tertarik alutsista dan pupuk Indonesia
  • OJK: Masyarakat banyak belum paham fungsi produk jasa keuangan

HUNIAN Masyarakat Perkotaan Harus Dibudayakan Rumah Vertikal 29 Sep 2017 15:21

Article image
Rumah Susun Tambora, Jakarta Barat. (Foto: Ist)
Kementerian PUPR telah menyediakan 20.000 unit rumah vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah, namun umumnya masyarakat menginginkan rumah tapak (landed house).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Syarif Burhanuddin, mengatakan, masyarakat di kota-kota harus dibudayakan tinggal di perumahan vertikal.

Dia menjelaskan, Kementerian PUPR telah menyediakan 20.000 unit rumah vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah, namun umumnya masyarakat menginginkan rumah tapak (landed house).

"Salah satu soal yang dihadapi adalah budaya selama ini tinggal di landed ke vertikal. Kalau dilihat sebenarnya rusun itu apartemen juga, tapi kok biasa saja, padahal sama. Ini budaya yang harus dibesarkan," kata dia, di Kantor Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (28/8).

Ia menjelaskan, di negara maju, seperti Singapura, pada awalnya memaksa penduduknya tinggal di rumah vertikal namun sekarang sudah tidak ada masalah. Jika masyarakat kalangan menengah-bawah biasa tinggal di rumah vertikal maka ruang terbuka hijau makin luas.

"Kecenderungannya negara maju seperti di Washington, Amerika Serikat, rumah orang kaya justru di pinggir kota. Saya kira suatu saat kota akan semakin berkembang," kata dia.

Kementerian PUPR mencatat capaian kinerja Program Satu Juta Rumah per 22 September 2017 telah mencapai 623.344 unit rumah siap huni.

--- Sandy Romualdus

Komentar