Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

UKM Maybank Berdayakan Komunitas Perempuan Pengrajin Tenun 09 Nov 2016 10:46

Article image
Peluncuran “Maybank Women Eco Weaver” di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Foto: ist)
Program “Maybank Women Eco Weaver” merupakan salah satu program utama Maybank untuk mendukung semangat kebersamaan ASEAN dalam mengangkat dan mempromosikan seni tenun tradisional secara berkelanjutan.

LOMBOK, IndonesiaSatu.co -- Maybank Foundation meluncurkan program pemberdayaan ekonomi di tingkat regional bagi komunitas perempuan pengrajin tenun bertajuk “Maybank Women Eco Weaver” di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (8/11/2016).

Program “Maybank Women Eco Weaver” merupakan salah satu program utama Maybank yang dirancang untuk mendukung semangat kebersamaan ASEAN dalam mengangkat dan mempromosikan seni tenun tradisional secara berkelanjutan dengan tujuan memperkaya peran strategis kaum perempuan di berbagai komunitas untuk mencapai independensi ekonomi (economic independence) dan inklusi keuangan di kalangan pengrajin tenun perempuan di seluruh ASEAN.

Maybank Group memulai inisiatif program pemberdayaan sejak akhir 2015 dan saat ini hadir di dua negara, yakni Indonesia dan Kamboja. Di Indonesia, seni tenun dapat ditemukan di banyak daerah.  Bersama Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) pelaksanaan program dipusatkan di 4 (empat) area, yakni Lombok Timur dan Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat beserta Sawahlunto dan Tanah Datar di Sumatera Barat.  

Dalam program ini, Maybank memberikan micro financing untuk modal awal serta menyelenggarakan pelatihan secara berkala kepada 400 pengrajin tenun perempuan di 4 (empat) area tersebut dalam kurun waktu tiga tahun.  Pelatihan diantaranya terdiri dari pengetahuan teknik tenun, proses pewarnaan alami, pemasaran, promosi dan literasi finansial.

Di Kamboja, Maybank melakukan kemitraan dengan Ngorn Vanntha dan Color Silk, melakukan pembangunan Maybank Silk Weaving Centre awal tahun ini. Sebanyak 25 pengrajin tenun perempuan berada di pusat pelatihan tersebut bersama dengan 80 petani yang mendukung penanaman pohon murbai, bahan penting untuk produksi benang sutera.  Maybank berencana untuk melanjutkan inisiatif ini ke Laos pada 2017 agar dapat melibatkan lebih banyak perempuan pengrajin tenun untuk memajukan tenun dan memberdayakan kaum perempuan

“Kami yakin program ini akan terus berkembang dan membuka jalan untuk memberdayakan perempuan di komunitas yang kami layani, menghidupkan kembali industri tekstil, dan pada akhirnya memberikan kontribusi kepada pembangunan ekonomi di masing-masing negara,” kata Chairman Maybank Group dan Maybank Foundation, Tan Sri Dato’ Megat Zaharuddin Megat Mohd. Nor.   

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria mengatakan, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia. Sejalan dengan misi humanising financial services, Maybank Indonesia juga memiliki komitmen untuk selalu berada di tengah komunitas serta tumbuh dan berkembang bersama komunitas, termasuk komunitas perempuan pengrajin tenun.

 “Komitmen ini juga menjadi bagian dari upaya Maybank Indonesia untuk memberikan kontribusi positif dalam mendukung upaya pelestarian tenun Indonesia sebagai bagian dari khasanah kekakayaan tenun ASEAN dan mengangkatnya ke dunia internasional dengan mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan karena menggunakan pewarna alami.  Hal ini juga  memberikan dampak keekonomian bagi perempuan beserta keluarga dan masyarakat di sekitarnya melalui program pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar