Breaking News

KEUANGAN Maybank Bukukan Laba Rp757 miliar di Juni 2019 29 Jul 2019 12:04

Article image
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. (Foto: ist)
Maybank Indonesia sepanjang semester I tahun 2019 juga menyalurkan kredit Rp135,4 triliun atau tumbuh 6,6 persen year-on-year.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co --PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengumumkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) sebesar Rp757 miliar untuk semester pertama yang berakhir 30 Juni 2019. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 yang berhasil mengumpulkan Rp933 miliar semester sebelumnya yang berakhir 30 Juni 2018

"Hal ini karena adanya peningkatan provisi sehubungan Bank menempuh langkah konservatif dalam melakukan pencadangan untuk kredit bisnis yang terdampak kondisi pasar yang terus menantang,"ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Meski demikian, Tazwin menambahkan, pendapatan operasional sebelum provisi naik 2,1 persen menjadi Rp2,0 triliun untuk semester pertama dibandingkan dengan Rp1,97 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan Pendapatan Operasional ini terutama didukung peningkatan fee based income, manajemen pengelolaan biaya yang berkelanjutan dan kenaikan pendapatan bunga bersih sejalan dengan pertumbuhan kredit yang mencapai 6,6 persen selama enam bulan pertama 2019.

Bank mencatat pertumbuhan pendapatan non bunga (fee based income) sebesar 14,1 persen menjadi Rp1,2 triliun pada Juni 2019 dibandingkan Rp1,0 triliun pada Juni 2018 didukung Fee Global Market, bancassurance, administrasi kredit, pemulihan kredit dan layanan lain yang disediakan Bank.

Pendapatan bunga bersih meningkat 2,4 persen menjadi Rp4,0 triliun dari Rp3,9 triliun sementara Marjin Bunga Bersih sedikit menurun yaitu sebesar 28 basis poin menjadi 4,8 persen. Hal ini disebabkan oleh surplus likuiditas karena Bank melakukan langkah proaktif untuk memastikan Bank memiliki likuiditas yang cukup untuk memitigasi risiko selama dan setelah pemilihan umum. Bank akan meneruskan pelaksanaan pricing kredit dan pengelolaan dana secara aktif untuk dapat lebih baik memitigasi tekanan pada marjin.

Sementara itu, kredit meningkat sebesar 6,6 persen menjadi Rp135,4 triliun per 30 Juni 2019 dari Rp127,1 triliun per 30 Juni 2018. Kredit Community Financial Services (CFS) Non-Ritel, yang terdiri dari Mikro, Usaha Kecil & Menengah (UKM) dan Business Banking tumbuh sebesar 1,6 persen menjadi Rp54,6 triliun, sementara kredit CFS Ritel tercatat sebesar Rp43,0 triliun per Juni 2019.

"Bank mengelola turunnya eksposur dari commercial accounts yang menyebabkan peningkatan Non-Performing Loans (NPL) dan telah secara aktif melakukan restrukturisasi,"lanjutnya.

Rasio Loan-to-Deposit (LDR) Bank berada pada level yang sehat sebesar 92,3 persen sementara Rasio Liquidity Coverage (LCR Bank) berada pada 165,7 persen per Juni 2019, jauh melampaui kewajiban minimum sebesar 100 persen.

"Posisi modal Bank tetap kuat dengan Rasio Kecukupan Modal sebesar 19,1 persen pada Juni 2019 dibandingkan 18,8 persen tahun lalu dan total modal Rp26,2 triliun pada Juni 2019 dibandingkan Rp24,7 triliun per Juni 2018,"jelas Taswin.

--- Sandy Romualdus

Tags:
Maybank

Komentar