Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

AKSI CSR Maybank Lanjutkan Program Pemberdayaan Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas 01 Oct 2017 19:11

Article image
kantor Maybank. (Foto: ist)
Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari, menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat.

TANGERANG, IndonesiaSatu.co -- Menyusul rangkaian pelaksanaan di Jakarta, Yogyakarta dan Bali,  PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama yayasan sosial yang dimiliki Maybank Group, Maybank Foundation, melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi komunitas penyandang disabilitas bertajuk “Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship” (RISE) di Tangerang.

Program RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan (entrepreneur mentorship) kepada para penyandang disabilitas, yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.

Program RISE menerapkan metode pelatihan 3 (tiga) hari, yang dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama 3-6 (tiga-enam) bulan.  Selama masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset). Selanjutnya, dalam masa mentoring, para peserta akan didampingi mentor secara personal dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas.

Pelaksanaan program RISE di Tangerang dilaksanakan dalam dua tahap.  Tahap pertama berlangsung di gedung olahraga Sindang Jaya, 18-20 September 2017 dengan diikuti 51 peserta merupakan penyandang tuna daksa. Sementara tahap kedua dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Salesian Don Bosco, Tigaraksa, 26-28 September 2017 dengan diikuti 55 peserta. Lini usaha yang digeluti pun beraneka ragam, mulai dari penjual laksa, katering, menjahit, menjual keripik, dan juga beberapa di antara mereka belum memiliki usaha namun mempunyai keinginan membuka usaha kecil-kecilan.

Pelaksanaan program RISE di Tangerang ini merupakan keberlanjutan dari rangkaian program untuk memberikan pelatihan kepada 2.000 penyandang disabilitas yang akan dilakukan selama 2 (dua) tahun ke depan, di sedikitnya 7 (tujuh) kota di Indonesia. Program ini menyusul program yang diberikan kepada 100 penyandang disabilitas di Bali setelah sebelumnya 211 penyandang disabilitas di Jakarta dan Yogyakarta menjadi penerima manfaat tahap awal (pilot projet) program RISE di Indonesia. Dari implementasi hingga Juli 2017, sebanyak 40% peringkat terbaik dari penyandang disabilitas, yang mengikuti program ini, telah berhasil memulai/meningkatkan kapabilitas usaha hingga 351,8%.

“Maybank Indonesia memiliki komitmen untuk selalu berada di tengah komunitas serta tumbuh dan berkembang bersama komunitas, termasuk komunitas penyandang disabilitas, dimana hal ini sejalan dengan misi humanising financial services. Program ini akan memberikan kontribusi positif dalam pemberdayaan ekonomi yang merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia,” kata Esti Nugraheni, Head, Corporate Communications & Branding, Maybank Indonesia.

Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain, termasuk dari masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya.  Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation menjalin kemitraan dengan People Systems Consultancy.

Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari, menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat.

Pelaksanaan program RISE sebelumnya telah dilakukan di Malaysia dan dikembangkan ke regional.  Implementasi program RISE di Malaysia yang dilaksanakan sejak September 2014 berhasil mencapai kesuksesan di mana pada April 2015, berhasil meraih 411,7% rata-rata kenaikan pendapatan dari 40 peserta terbaik. Pada saat tersebut, program RISE telah diikuti lebih dari 1.800 peserta di Malaysia, dan Indonesia telah diputuskan menjadi negara untuk mengembangkan program ini selanjutnya.

Di regional, pada implementasi Tahap 2, program RISE pada Juli 2017 sudah menjangkau total 1.866 penerima manfaat yang berasal dari tiga negara, masing-masing 1.400 dari Malaysia, 211 dari Indonesia dan 255 dari Filipina, dengan meraih 356,4% rata-rata kenaikan pendapatan dari 40 peserta terbaik.

Program RISE telah menjadi contoh upaya Maybank untuk memenuhi program inklusi keuangan seperti dicanangkan oleh beberapa pemerintah di regional, khususnya bagi masyarakat pra-sejahtera dan kaum marjinal.  Masih banyak penduduk ASEAN yang belum bankable (underbanked), termasuk para penyandang disabilitas yang kurang diuntungkan dengan inklusi keuangan dan mendapatkan fasilitas keuangan untuk meningkatkan produktivitas, untuk menabung dan mengumpulkan aset serta meningkatkan kesejahteraan.

--- Sandy Romualdus

Komentar