Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HANKAM Mayjen Doni Monardo Dinilai Paling Tepat Gantikan Pangkostrad Edy Rahmayadi 31 Dec 2017 11:59

Article image
Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo saat masih menjabat Danjen Kopassus ketika berbincang dengan Pemred IndonesiaSatu.co Valens Daki-Soo. (Foto: Ist)
Pengajuan pensiun dini Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Edy Rahmayadi telah disetujui oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coMayjen TNI Doni Monardo dinilai sebagai perwira TNI Angkatan Darat yang paling tepat dan berpotensi untuk menggantikan Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad.

Demikian pendapat pengamat militer yang juga Guru Besar Universitas Pertahanan, Prof Dr Salim Said, di Jakarta, (30/12/2017).

"Yang pantas, Mayjen Doni Monardo," ungkapnya.

Salim mengatakan, Doni Monardo saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi. Sebelumnya dia menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura selama dua tahun. Jenderal Doni juga pernah menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pengajuan pensiun dini Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Edy Rahmayadi telah disetujui oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono. Edy Rahmayadi mengajukan pensiun dini untuk maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018.

Mulyono mengatakan tidak masalah dengan keinginan Edy Rahmayadi yang ingin menjadi Gubernur Sumatera Utara. Dia menuturkan proses pengajuan pensiun dini Edy sudah tepat jalurnya.

"Tinggal ke Panglima," ucapnya.

Edy berujar, terkait dengan jabatan sebagai Pangkostrad, tongkat komando akan diserahkan ke KSAD jika saat mendaftar nanti belum ada penggantinya. Kalau sudah ditunjuk siapa Pangkostradnya, ia melanjutkan, baru akan sertijab.

"Begitu aturannya di TNI," kata Edy.

Letjen Edy  mengaku tidak tertarik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Sebab, kata Edi, dia akan segera mendaftar sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Edy berujar keinginannya menjadi Gubernur Sumatera Utara sudah final. Keputusan itu tidak bisa diubah.

--- Redem Kono

Komentar