Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MUSIK Medali Emas Canho Pasirua di WCOPA 2016 California 20 Jul 2016 00:37

Article image
Canho Pasirua berpose dengan sederatan medali emas di ajang WCOPA 2016 di California, AS. (Foto: Ist)
Canho berhasil meraih lima medali emas untuk style Instrument Classical, Instrument Contemporary, Instrument Jazz, Instrument Open, dan Instrument Original Works.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pianis cilik berbakat asal Ende Flores, NTT, Canho Pasirua (11 tahun) yang mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Seni Pertunjukan se-Dunia atau "World Championship of Performing Arts" (WCOPA), di Long Beach, California, AS berhasil membawa pulang 8 medali, yang lima di antaranya adalah medali emas. Demikian dirilis WCOPA Indonesia melalui laman facebook resminya, Minggu (17/7).

Tampil di kategori Junior Instrumentaalist, Canho berhasil meraih lima medali emas untuk style Instrument Classical, Instrument Contemporary, Instrument Jazz, Instrument Open, dan Instrument Original Works. Sementara penghargaan pilihan Junior secara umum, Canho berhasil meraih penghargaan untuk untuk tingkat usia 11-15 tahun di kategori Instrument Contemporary, Instrument Jazz, dan Instrument Open.

Sebelumnya, ibunda Canho, Linda N Jambru, dalam percakapan via telepon dengan Valens Daki-Soo, Komisaris Utama PT Veritas Dharma Satya (PT VDS), Kamis (14/7) pagi, menginformasikan bahwa Canho bersama enam konstentan dari negara Rusia, Rumania (dua peserta), Thailand, dan Canada sebagai finalis kompetisi internasional itu untuk kategori Junior Instrumentalist.

Linda turut mendampingi putranya dalam ajang internasional WCOPA yang digelar di Long Beach, California, AS. Berita tentang prestasi Canho menggondol lima media emas di babak final baru diterima Sabtu (16/7) petang.

Menerima berita ini, tokoh NTT di Jakarta yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa haru dan bangganya. "Thanks God. Anak ini luar biasa. Sungguh membanggakan," ujarnya kepada IndonesiaSatu.co.

Menurutnya, Canho menjadi bukti bahwa anak-anak Flores atau NTT menyimpan potensi besar, namun harus diperjuangkan lewat usaha, disiplin dan kerja keras agar berkembang dan bermanfaat.

Juri Bertepuk Tangan

Pada babak penyisihan, Canho memainkan lima lagu untuk lima kategori. Penampilannya memikat para juri, sehingga ketika dia memainkan lagu "Etude Revolutionary" yang termasuk dalam 'Open Category', dua juri spontan bertepuk tangan. Padahal sesuai peraturan lomba, juri dilarang bertepuk tangan.

Sebelumnya, ketika Canho masih berada di Jakarta, dia mendapat apresiasi dan peneguhan dari pianis senior, pengusaha dan Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana. Saat dihubungi, Jaya sedang berada di India saat itu, namun dia mengaku sudah menonton penampilan Canho di Youtube.

Jaya Suprana menilai, secara teknis Canho sudah bagus, dan hanya butuh pemantapan melalui latihan lebih intens. Dia juga menasihati Canho agar lebih percaya diri, lebih luwes dalam bermain, dan bermain dengan gembira. Jaya juga mengutarakan rasa bangga karena biasanya yang pandai bermain piano adalah anak-anak dari kalangan berada alias 'the haves'.

Canho, yang digembleng ayahnya sendiri, Chris Jambru (lulusan Seminari Mataloko yang belajar piano di Institut Seni Indonesia) merupakan bukti bahwa keuletan, tekad baja dan disiplin berlatih dapat mengantar orang menuju sukses.

"Pak Jaya sempat bicara cukup lama dengan Canho maupun ibunya. Beliau berjanji sepulangnya dari India akan mengontak kami, karena beliau ingin bertemu secara langsung dengan Canho. Kita patut bangga, karena Pak Jaya yang sudah sarat pengalaman itu mengapresiasi bakat alam dan keterampilan Canho yang tentu didapat melalui latihan keras oleh ayahnya," ujar Valens Daki-Soo yang menghubungi Jaya via telepon seluler.

Canho Pasirua sempat tampil dalam konser tunggal dalam rangka penggalangan dana di Musro, Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (29/6). Penampilannya amat memukau di hadapan sejumlah tokoh seperti, anggota DPR RI dari Dapil Timor Victor Laiskodat, tokoh media massa nasional Karni Ilyas dan Primus Dorimulu, komisioner Komnas HAM Natalis Pigai, mantan Deputi Pencegahan BNN Yapi Manafe, pengusaha Ardy Supriyadi dan Mandra P Shakti dari Bumi Biru Group. 

Konser itu digelar oleh VDS Entertainment & Event Organizer, salah satu unit usaha PT VDS, dengan dukungan Artha Graha Peduli (AGP) -- sebuah yayasan sosial-kemanusiaan dari grup usaha Artha Graha Network (AGN).

--- Sandy Romualdus

Komentar