Breaking News
  • Indonesia lampaui rata-rata standar keselamatan penerbangan dunia
  • Pemerintah realisasikan subsidi angkutan kargo udara di Papua
  • Pemerintah upayakan 2018 tanpa revisi APBN
  • Randi Anto pimpin Jamkrindo

EKONOMI Melalui ISEF 2017, BI Gaungkan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah  09 Nov 2017 21:03

Article image
Seremoni pembukaan ISEF 2017 di Frand City Surabya oleh Wakil Presiden Jusuf Kallla, Kamis (9/11). (Foto: Sandy)
ISEF 2017 mengangkat tiga pilar pengembangan ekonomi syariah di Indonesia yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, peningkatan efisiensi keuangan syariah untuk mendukung usaha syariah, dan penguatan riset dan edukasi, termasuk sosialisasi dan komunikasi.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co -- Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2017 memunculkan gaung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Selain mengangkat kisah sukses berbagai program yang telah berjalan, ISEF juga menjadi tempat perancangan berbagai program ekonomi dan keuangan syariah ke depan.

Mengingat pentingnya peran ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas, pengembangannya pun perlu dilakukan secara serius, oleh berbagai pihak. Komitmen Pemerintah antara lain ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dalam kegiatan hari ini (09/11) di Surabaya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Kepala Eksekutif LPS Halim Alamsyah, Ketua DK OJK Wimboh Santoso, Gubernur Jawa Timur, beberapa anggota DPR RI, serta berbagai lembaga nasional maupun internasional.

ISEF merupakan salah satu kegiatan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dengan perekonomian sektor riil. Dilaksanakan untuk keempat kalinya, kegiatan ISEF 2017 bertepatan pula dengan momentum ulang tahun Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang pertama.

ISEF 2017 pun mengangkat tiga pilar pengembangan ekonomi syariah di Indonesia yang telah ditetapkan Presiden RI, yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, peningkatan efisiensi keuangan syariah untuk mendukung pengembangan usaha syariah, dan penguatan riset dan edukasi, termasuk sosialisasi dan komunikasi.

Untuk berkontribusi dalam pengembangan ketiga pilar ekonomi syariah, kegiatan ISEF 2017 terdiri atas Forum Syariah dan Fair Syariah. Dengan pembicara terkemuka dalam bidang keuangan Syariah baik nasional maupun internasional, forum membahas mengenai berbagai riset dan best practise terkini dalam keuangan syariah. Sementara Fair Syariah mengangkat pengembangan kewirausahaan dan UMKM berbasis syariah, dengan fokus pada empat sektor utama, yaitu pertanian terintegrasi, kuliner dan pakaian halal, energi terbarukan, dan wisata halal.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya memulai usaha yang sebaik-baiknya, mengingat sebagian besar sumber rezeki adalah perdagangan. Untuk itu, kegiatan pesantren-pesantren di bidang ekonomi, termasuk mengajarkan santrinya untuk berdagang, sangat penting. Berbagai usaha, baik di bidang pertanian maupun bidang lainnya, halal selama tidak melanggar ajaran agama. Tentunya, agar sistem keuangan syariah berjalan lancar, seluruh pihak harus melaksanakan peran masing-masing secara jujur.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menyampaikan bahwa industri halal merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi industri halal. Meskipun demikian, porsi besar pemenuhan kebutuhan tersebut, antara lain makanan halal, kosmetik serta fashion halal, datang dari impor. Agar Indonesia dapat swasembada produk-produk halal, pengembangan skema komersil dan sosial dari keuangan syariah dalam negeri perlu dioptimalkan. Dalam hal ini, optimalisasi ekonomi syariah dapat turut membantu ekonomi dan mengurangi tekanan pada neraca transaksi berjalan Indonesia.

Dengan besarnya potensi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, kolaborasi dan koordinasi merupakan hal yang integral. Terkait integrasi tersebut, kegiatan ISEF 2017 menjadi ajang kolaborasi Bank Indonesia dengan KNKS serta dengan instansi terkait lainnya, seperti Badan Wakaf Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, Ikatan Ahli Ekonomi Islam, International Islamic Financial Market, Islamic Research and Training Institute-International Development Bank, dan Kuwait Awqaf Foundation. Kegiatan juga melibatkan 26 pondok pesantren di Indonesia, sebagai lembaga yang selama ini telah terbukti mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Dengan sinergi antara seluruh pihak serta dukungan penuh dari otoritas terkait, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat semakin maju dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang mencapai seluruh lapisan masyarakat.

--- Sandy Romualdus

Komentar