Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INTERNASIONAL Menang Pilpres Liberia, Mantan Bintang AC Milan Disambut Bak Raja 29 Dec 2017 11:21

Article image
Mantan bintang AC Milan dan pemain terbaik versi FIFA satu-satunya asal Afrika George Weah. (Foto: CNN)
Hasil sementara kemenangan Weah telah diumumkan oleh stasiun-stasiun radio lokal. Weah menjadi anggota senat Liberia sejak tahun 2015.

MONROVIA, IndonesiaSatu.co – Mantan pesepak bola terbaik versi FIFA satu-satunya asal Afrika George Weah memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) Liberia yang berlangsung hari Rabu waktu setempat. Weah unggul atas pesaingnya yang sedang menjabat sebagai Wakil Presiden Joseph Boakai.

Meskipun demikian, kubu Boakai belum sepenuhnya menerima kemenangan Weah sebelum dilakukan penghitungan resmi.

Dengan kemenangan tersebut maka Weah yang pernah bermain untuk Paris-Saint Germain, Chelsea, dan AC Milan ini akan menggantikan posisi presiden yang sedang berkuasa Ellen Johnson Sirleaf. Kemenangan tersebut  mengantarkan Liberia kepada pengalihan kekuasaan secara demokratis untuk pertama kalinya sejak lebih dari lima dekade, demikian ditulis Reuters (27/12/2017) waktu setempat.

Hasil sementara kemenangan Weah telah diumumkan oleh stasiun-stasiun radio lokal. Weah menjadi anggota senat Liberia sejak tahun 2015.

Dengan keikutsertaan sekitar 98.1 persen pemilih, Weah memimpin dengan 61,5 persen dari  Boakai yang hanya meraih 38,5 persen suara, demikian diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Nasional (National Elections Commission Chairman) Jerome Korkoyah kepada wartawan di ibukota Liberia, Monrova, Kamis waktu setempat.

Eforia kemenangan Weah terjadi di hampir seluruh negeri. Rakyat Liberia, dari anak-anak hingga orang tua, pria dan wanita tumpah ruah ke jalan. Mereka bersorak dan menangis terharu ketika Weah menyapa mereka dari balkon. Ratusan pemuda dan pemudi menyanyi dan menari musik Hipco, musik hip hop ala Liberia yang terkenal di kalangan anak muda.

“Kesuksesan bagi George Weah adalah kemenangan bagi seluruh negeri,” kata seorang pria berusia 47 tahun bernama Randall Zarkpah.

“Ketika merasa sakit untuk beberapa waktu dan Anda menerima obat yang tepat – itu yang saya rasakan saat ini. Dia akan bagus buat negara kami. Dia adalah Raja (He is King George!)”

Seorang penasihat senior Weah, Morluba Morlu, kepada Reuters mengatakan, dia berharap Weah memenangi pemilu sebesar 70 persen.

“Sudah jelas. Kami hanya menunggu (komisi pemilihan) untuk mengumumkan hasil dan mendeklarasikan dia menjadi presiden,” kata Morlu.

“Kami menyerukan Boakai untuk mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada George Weah.”

Liberia, negara republik modern tertua di Afrika, didirikan oleh para mantan budak  Amerika Serikat pada 1847, tapi pengalihan kekuasaan secara demokratis baru terjadi pada tahun 1944. Setelah kudeta militer dengan kekerasan pada tahun 1980, Liberia mengalami ketidakstabilan dan terjadi perang saudara yang baru berakhir pada tahun  2003.

--- Simon Leya

Komentar