Breaking News

POLITIK Mendaftar ke DPC PKB Malaka, Emanuel Eddy Bria: "Aura Politik Ibarat Rumah Sendiri" 09 Oct 2019 00:57

Article image
Ketua DPC PKB kabupaten Malaka saat menerima berkas pendaftaran Bakal Calon Bupati, Emanuel Eddy Bria. (Foto: Bojes Seran/timordaily.com)
“Sebagai putera Malaka, saya ingin berkontribusi bagi kemajuan dan perubahan Malaka," ungkap Eddy Bria.

MALAKA, IndonesiaSatu.co-- Jelang perhelatan politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2020 mendatang, para bakal calon Bupati dan bakal calon Bupati terus menghangatkan konstelasi politik lima tahunan itu dengan mendaftarkan diri ke partai-partai politik (parpol).

Salah satu Putra terbaik Malaka, Emanuel Eddy Bria yang telah menyatakan sikap untuk ikut berkompetisi dalam Pilkada Malaka tersebut, Selasa (08/10/19), resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Malaka periode 2020-2025 ke Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Malaka yang beralamat di Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah.

Pada saat mendaftar, Eddy Bria yang mengenakan busana adat setempat, didampingi Ketua Tim, Robert Bria, utusan tim dari 12 kecamatan, tim keluarga dan keluarga besar Suku Adat Rabasaha'in, Malaka.

Seluruh proses dan berkas pendaftaran diterima langsung oleh Ketua DPC PKB Malaka, Simon Seran Fahik bersama jajaran pengurus DPC.

Usai menerima berkas pendaftaran, DPC PKB Malaka menghimbau agar semua bakal calon yang telah mendaftar, dapat membangun komunikasi dengan partai politik lain sehingga memenuhi kuota pencalonan.

“Dengan amunisi tiga kursi, maka kami dari DPC PKB mengharapkan agar setiap bakal calon segera bangun komunikasi politik dengan partai lain sehingga kita dapat berkoalisi untuk maju bersama dalam meyambut Pilkada Malaka 2020 mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dengan partai lain harus masif dilakukan untuk memastikan kuota pencalonan, sehingga di saat pemaparan visi dan misi, sudah berbentuk dalam satu paket calon.

Dikonfirmasi media ini, Eddy Bria mengaku sangat terkesan dengan penerimaan oleh Ketua dan Pengurus DPC PKB Malaka.

"Saya merasakan aura politik yang begitu sejuk ibarat suasana di rumah sendiri. Ada kehangatan, persaudaraan, saling menghargai (respek), optimisme, harapan dan ketulusan untuk masa depan dan martabat Malaka," kesan Eddy.

Ketua Koperasi Digital Indonesia (KDI) Malaka, NTT ini mengatakan bahwa selain merasakan aura seperti di rumahnya, dirinya juga merupakan bagian dari keluarga besar PKB saat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) lalu.

“Sebagai putera Malaka yang ingin berkontribusi bagi kemajuan dan perubahan Malaka, saya akan melalui setiap proses politik ini sebagai jalan panggilan kepada pengabdian. Saya mengharapkan dukungan dan kepercayaan dari partai politik serta segenap masyarakat untuk maju bersama menuju perubahan," kata penasehat Ikatan Keluarga Malaka di Jakarta ini.

Pendekatan Kultural

Sambil menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai, Eddy mengaku terus melakukan konsolidasi bersama tim dengan turun langsung ke masyarakat akar rumput guna mendengar langsung keluhan dan aspirasi mereka.

Menurutnya, Visi, Misi dan Program bukan semata gagasan teoretis, idealisme dan janji-janji manis untuk meraup simpati, melainkan terutama berangkat dari keprihatinan, keluhan, aspirasi dan situasi konkrit yang dialami masyarakat di kampung-kampung yang masih jauh dari akses informasi, teknologi bahkan pembangunan yang berkeadilan.

"Saya terus berusaha membangun dialog dengan masyarakat dari kampung ke kampung (door to door) dengan pendekatan kultural sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat. Yang pasti, saya tidak akan mengubah gaya dan karakter politik sehingga tidak dinilai sebagai pencitraan. Prinsipnya, saya terus menggali aspirasi dari pinggiran dan mau berjuang untuk perubahan Malaka lima tahun ke depan," komitnya.

Mantan manager Program Perumahan Rakyat bersama Habitat for Humanity Indonesia ini menegasakan bahwa kebijakan politik menjadi pilihan logis dalam mengatasi persoalan dan kesenjangan sosial, di antaranya persoalan ekonomi dan lapangan kerja sebagai salah satu faktor potensial penyebab maraknya perdagangan manusia (human trafficking).

"Kebijakan politik harus bisa menyentuh akar persoalan dan memberikan solusi konkrit kepada masyarakat. Kontrol pemerintah harus menyentuh ranah pemberdayaan ekonomi, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas dan keterampilan tenaga kerja serta ketersediaan lapangan kerja, juga akses pemasaran bagi produk-produk lokal," tandasnya.

Sementara Ketua Tim, Robert Bria mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada putusan DPP Partai. Meski demikian, pihaknya optimis, kehadiran Eddy Bria dalam bursa politik Pilkada Malaka 2020 dapat memberikan atmosfer politik yang berbeda, karena memiliki karakter yang humanis, berintegritas, visioner, responsif, cerdas, dan memiliki rekam jejak (track record) yang dapat diandalkan.

"Jika diberi mandat dan kepercayaan oleh partai politik dan masyarakat Malaka, maka kami yakin, arah menuju perubahan dan kemajuan Malaka lima tahun ke depan, sedang di jalan orang yang tepat," simpulnya.

--- Guche Montero

Komentar