Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

PERDAGANGAN Mendag Jamin Stabilitas Bahan Pokok Jelang Natal Terjaga 21 Nov 2017 23:26

Article image
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Ist)
"Stok dan stabilitas harga, aman. Beberapa waktu lalu sudah ada pertemuan dengan pelaku usaha..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting mencukupi bagi masyarakat, khususnya menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah memanggil para pelaku usaha barang kebutuhan pokok penting tersebut untuk memastikan ketersediaan bahan pokok penting.

"Stok dan stabilitas harga, aman. Beberapa waktu lalu sudah ada pertemuan dengan pelaku usaha," kata Enggartiasto, seperti dilansir Antara, Selasa (21/11).

Beberapa waktu lalu, Enggartiasto memanggil pelaku usaha barang kebutuhan pokok penting seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), distributor dan produsen barang pokok penting serta Satgas Pangan dalam upaya menjaga ketersediaan bahan pokok seperti gula, minyak goreng, daging sapi dan beras.

Pemerintah tengah melakukan antisipasi adanya lonjakan harga barang kebutuhan pokok dalam menghadapi perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2018. Pemerintah menyatakan untuk beras kualitas medium, pasokan aman dan harga cenderung mengalami penurunan.

Penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dinilai mampu mengendalikan harga beras medium. Selain itu, pemerintah juga menjamin mampu menstabilkan harga serta pasokan dengan melakukan Operasi Pasar (OP) jika ada kenaikan harga beras medium jika diperlukan.

Pemerintah juga menyatakan bahwa stabilisasi pasokan dan harga bahan pokok penting tidak hanya dilakukan di wilayah Jabodetabek, melainkan di seluruh Indonesia termasuk wilayah perbatasan. Langkah tersebut juga akan dikawal oleh Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia.

Satgas Pangan akan mulai melakukan pengawasan intensif khususnya terkait dengan distribusi hingga ketersediaan pasok bahan pangan di berbagai wilayah di Indonesia. Pengawasan tersebut akan mulai intensif dilakukan pada 1 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018.

Beberapa wilayah yang menjadi fokus utama pengawasan Satgas Pangan tersebut antara lain adalah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat dan Sumatera Utara.

Selain wilayah-wilayah utama tersebut, beberapa wilayah lain yang tidak luput dari pengawasan Satgas Pangan adalah DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Timur dan Bali.

--- Sandy Romualdus

Komentar