Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MUSIK Menentang Perdagangan Manusia, Pokja MPM Gelar Opera Musik 05 Sep 2016 16:49

Article image
Opera musik yang menghadirkan Ivan Nestorman. (Foto: Ist)
Konser dalam bentuk opera musik bertajuk “Mama Lekas Pulang” bertujuan menentang kasus perdagangan manusia (human trafficking).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia (Pokja MPM) menggelar konser berbentuk opera musik yang menghadirkan musisi  Ivan Nestorman. Opera musik bertajuk “Mama Lekas Pulang” bertujuan menentang kasus perdagangan manusia (human trafficking). Opera ini berlangsung di Aula Margasiswa 1, Jalan Sam Ratulangi, No.1 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/9/2016).

Ketua Panitia Opera Musical “Mama Lekas Pulang” Guche Montero mengatakan, di Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), praktek perdagangan manusia telah menjadikan banyak orang sebagai korban. Menurut Montero, NTT menjadi contoh provinsi di mana hampir setiap bulan mencuat kasus tindak pidana perdagangan orang.

“Kami menghadapi banyak kasus TKI secara ilegal yang diberangkatkan ke luar negeri, mengalami tindak kekerasan, dan dipenjara. Bahkan ada TKI yang kembali dengan kondisi tidak bernyawa ; kondisi organ tubuhnya hilang.Perlu ada kerja sama untuk menghentikan praktik ini. Kita harus bergerak bersama,” kata Montero.

Ketika menyanyikan lagu ‘Mama Lekas Pulang’, Ivan Nestorman mengajak para perantau di luar negeri  untuk kembali ke tanah air. Penyanyi kelahiran Manggarai ini juga mengingatkan supaya siapapun yang bekerja di luar negeri harus memiliki dokumen resmi, dan telah dibekali pendidikan yang cukup.

“Harus punya kemampuan baru keluar negeri. Minimal sekolah D III, supaya mendapatkan pekerjaan yang benar. Para perantau yang sudah terlanjur di luar negeri, apalagi berangkat dengan dokumen palsu harus segera pulang. Jangan mau jadi korban di sana,” tegas Ivan.

Sementara itu, aktivis anti perdagangan manusia  yang juga Pastor Katolik  dari Keuskupan Agung Kupang, Romo Leo Mali, Pr, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap praktek penjualan manusia yang kian parah. Pemerintah diingatkan untuk melindungi warga negaranya itu.

“Martabat manusia telah direndahkan dan diperjualbelikan. Ini harus dihentikan. Pemerintah dan semua pihak tidak boleh berdiam diri. Ini persoalan kemanusiaan yang serius. Banyak orang telah kehilangan nyawa,” ungkap Romo Leo.

Ketua Panitia kegiatan tersebut, Guche Montero menegaskan pihaknya akan terus melakukan kampanye budaya menentang praktek perdagangan manusia. Salah satu bentuk kampanye adalah dengan menggelar opera musik.

Menurutnya, opera musik kali ini hanya sebagai permulaan. Panitia akan untuk menggelar opera musik yang lebih besar pada Desember tahun ini. Ia juga meminta semua pihak untuk mendukung kampanye yang telah diprakarsai Pokja MPM.

--- Andy Tandang

Komentar