Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

TAJUK Mengapa Dongeng? 15 Jun 2017 13:39

Article image
Mungkin dalam dongeng anak-anak temukan-susun masa depan mereka. (Foto: Ist)
Dongeng menjadi cara memancing anak-anak untuk mulai terlibat dari masa depannya sejak dini.

DALAM rangka memperingati Hari Buku Nasional 2017, Presiden Jokowi Widodo mendongeng 'Lutung Kasarung' di depan 503 siswa/i Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melalui dongeng, demikian Presiden, anak-anak diharapkan dapat belajar nilai moral, etika, sopan santun, keberanian dan yang paling penting adalah kejujuran.Nilai-nilai itu berguna untuk anak-anak kini yang akan mengisi kejayaan masa depan bangsa Indonesia.

Kalau ditelusur, dongeng mencirikan suatu kemampuan paling khas dan unggul dari manusia. Dalam buku Sapiens: A Brief History of Humankind, sejarawan belia Yahudi Yuval Noah Harari (41) mengatakan kemampuan menciptakan dan menyampaikan cerita merupakan kemampuan paling utama yang menempatkan manusia paling unggul di atas spesies-spesies lainnya.

Menurut Yuval, dengan menciptakan cerita, manusia dapat menciptakan cerita-cerita yang memimpin mereka untuk terlibat dalam pergaulan sosial. Manusia terlibat dalam percakapan, dialog. Cerita-cerita ini memimpin juga pada penelitian-pembuktian  kuantifik, seperti misalnya tekad para pelaut gagah berani dari Spanyol dan Portugis yang berani melayari dunia karena cerita para leluhur.

Tampak bahwa dongeng mengangkat kemampuan manusia untuk berimajinasi. Dengan imajinasi, manusia memimpin dunia dalam  sebuah revolusi atau perubahan cepat karena menciptakan alasan-alasan yang memungkinkan keluar dari kemapanan. Dongeng memancing inisiatif manusia untuk selalu melangkah ke dalam cakrawala kehidupan masa depan yang baru.

Mungkin dalam konteks ini kita semakin memahami pesan Jokowi: dongeng menjadi wahana penting menyampaikan  nilai-nilai luhur yang penting bagi masa depan dirinya, juga bangsa. Dongeng menjadi cara memancing anak-anak untuk mulai terlibat dari masa depannya sejak dini.

Para orang tua, mendongenglah. Berceritalah. Mungkin dalam dongeng anak-anak temukan-susun masa depan mereka.

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar