Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

HUKUM Mengejutkan! Nama SBY Muncul dalam Sidang e-KTP 26 Jan 2018 09:20

Article image
Mantan Wakil Ketua Banggar DPR RI Mirwan Amir. (Foto: Ist)
Mirwan Amir sempat menceritakan saat itu pernah menyarankan kepada Ketua Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghentikan proyek tersebut.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sidang e-KTP pada Kamis, (26/1/2018) menghadirkan fakta persidangan yang mengejutkan. Pada kesempatan tersebut, mantan Wakil Ketua Banggar DPR RI Mirwan Amir sempat menyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono ketika bersaksi untuk terdakwa korupsi KTP-e Setya Novanto.

Mirwan Amir sempat menceritakan saat itu pernah menyarankan kepada Ketua Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghentikan proyek tersebut.

"Saya sempat menyampaikan ke Pak SBY agar e-KTP tidak diteruskan, di Cikeas," kata Mirwan Amir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Mirwan bersaksi untuk Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan tipikor pengadan KTP-e yang merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun.

"Tanggapannya dari Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bahwa ini kita untuk menuju pilkada jadi proyek ini diteruskan," ungkap Mirwan.

Terkait kesaksian tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara. KPK berjanji akan mempelajari fakta-fakta yang muncul dari persidangan tersebut.

"Jadi, prinsip dasarnya persidangan itu dilakukan untuk membuktikan perbuatan dari terdakwa. Namun, jika ada fakta-fakta persidangan yang muncul tentu saja kami perlu mempelajari terlebih dahulu. Jaksa Penuntut Umum yang akan melihat setiap rincian proses persidangan tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2018).

Dalam perkara ini, Novanto diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-E. Setya Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Novanto dari pengusaha Andi Agustinus dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp 2,3 triliun.

--- Redem Kono

Komentar