Breaking News

AGAMA Mengenal Santa Corona: Pelindung Orang Sakit Epidemi dan Pandemi 22 Mar 2020 10:57

Article image
Santa Corona, Pelindung orang sakit epidemi dan pandemi. (Foto: catholicpilgrimageph.com)
Adapun hari raya Santa Corona dan Santo Victor diperingati oleh Gereja Katolik sejagat setiap tanggal 14 Mei.

ROMA, IndonesiaSatu.co -- Salah satu tradisi Gereja Katolik sjagat yakni selalu mengenang dan memperingati orang-orang suci yang disebut dengan Santo dan Santa.

Oleh Gereja Katolik, para Santo dan Santa ini ditetapkan sebagai orang suci melalui proses penelitian yang panjang mengenai cara hidup serta peran mereka sebagai sumber kebaikan terhadap orang-orang di sekitarnya.

Salah satu orang suci yang akhir-akhir ini kerap diminta pertolongannya adalah Santa Corona. Diketahui nama Santa Corona sesuai dengan wabah Virus Corona Deseases 2019 (Covid-19) yang tengah mewabah dan menjadi pandemi global saat ini.

Gereja Katolik meyakini orang suci sebagai pelindung orang sakit epidemi dan pandemi ini, juga menjadi perantara doa terhadap wabah penyakit Covid-19 ini.

Meski demikian, virus baru yang tengah merajalela di dunia dan disebut dengan Ccorona ini, tidak ada hubungan langsung dengan Santa Corona.

Kata Latin ‘Corona’ atau Covid-19 itu lebih karena wujud dan bentuk virusnya mirip dengan mahkota. Dalam bahasa Latin, kata "corona" berarti mahkota.

Menurut sebuah artikel dalam catholicpilgrimageph.com yang berjudul "It’s true-There’s a St. Corona and she is the Patron Saint of Pandemics”, Santa Corona dan Santo Victor adalah martir Gereja.

Mereka hidup pada masa pemerintahan Marcus Aurelius. Karena menjadi orang Kristen, mereka dihukum mati atas perintah hakim Romawi bernama Sebastian.

Pada usia 16 tahun,Corona menikah dengan seorang prajurit Romawi yang beragama Katolik bernama Victor. Saat itu, Corona tidak mengetahui bahwa suaminya itu adalah seorang pengikut Kristus. Namun akhirnya, Corona pun memutuskan untuk menjadi seorang pengikut Kristus seperti Viktor, suaminya.

Karena cintanya kepada Kristus yang begitu tinggi, Corona bahkan dengan berani datang ke istana dan menyatakan dengan terbuka bahwa dia datang untuk menyelamatkan Victor yang sedang disiksa di depan umum dengan cara dicambuk.

Saat hendak ditangkap, Corona berlutut dan berdoa. Dikisahkan bahwa Corona dan Victor disiksa dengan cara kedua kaki dan tangan diikat dengan tali pada pohon palem yang telah ditekuk ke tanah. Tubuh mereka pun terkoyak seketika pohon palem yang telah ditekuk itu dilepaskan. Menurut Martyrologi Romawi, peristiwa tragis tersebut terjadi di Suriah.

Pada tahun 1943 dan sekali lagi pada tahun 1981, jenazah kedua orang suci diperiksa. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa tulang-tulang itu memang berasal dari laki-laki dan perempuan. Dalam pemeriksaan tahun 1981, mereka menemukan serbuk sari cedar, yang merupakan tanaman khas dari selat Mediterania pada saat itu. Para arkeolog mengkonfirmasi bahwa serbuk sari ini hanya ada di Suriah dan Siprus.

Jenazah kedua orang kudus ini pun ditempatkan di sebuah Basilika di Anzu, Italia Utara dan telah dilestarikan sejak abad ke-9.

Keduanya kemudian dinyatakan sebagai Santo maupun Santa oleh Paus Gregorius IX yang memimpin umat Katolik sedunia pada tahun 1227-1241.

Menurut Aleteia, Santo Victor dan Santa Corona adalah orang-orang kudus pra-jemaat, yang berarti bahwa mereka diakui sebagai orang suci sebelum proses kanonisasi Gereja distandarisasi.

Untuk diketahui, orang suci pertama yang dikanonisasi oleh seorang Paus yakni Ulrich, Uskup Augsburg yang wafat pada tahun 973. Ia dikanonisasikan sebagai orang kudus oleh Paus John XV pada Konsili Lateran tahun 993. Kanonisasi menjadi hukum umum gereja di bawah Paus Gregorius IX (1227- 1241).

Pelindung Gerakan Anti Wabah Epidemi dan Pandemi

Nama baik Santa Corona, terutama sangat hidup di wilayah Eropa berbahasa Jerman, terutama di Austria dan Bavaria. Pada kedua kawasan berbahasa Jerman itulah, Santa Corona dipatrikan namanya sebagai Orang Kudus Pelindung untuk semua jenis kegiatan dan gerakan memerangi wabah penyakit terutama pandemi.

Santa Corona awalnya dipercaya sebagai pelindung bagi mereka yang berdoa melalui pengantaraannya bagi para pencari uang secara takhayul. Tetapi, tidak ada bukti langsung mengenai hal ini. Kini, Santa Corona dihormati sebagai pelindung untuk penderita epidemi dan pandemi.

Adapun hari raya Santa Corona dan Santo Victor diperingati oleh Gereja Katolik sejagat setiap tanggal 14 Mei.

Pada tanggal yang sama, Gereja juga memperingati pesta nama Santo Mathias, rasul pengganti Yudas Iskariot.

Melalui Santa Corona dan Santo Viktor, segenap persekutuan umat Katolik sejagat dapat berdoa meminta bantuan serta pertolongan Allah agar melalui doa mereka pandemik Covid-19 ini dapat segera teratasi di seluruh dunia dan umat manusia diselamatkan. 

--- Guche Montero

Komentar