Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

TAJUK Menggali (Makna) Pancasila 10 Apr 2018 05:45

Article image
Pancasila terbuka kepada pemaknaan karena kedalaman dan kekayaannnya. (Foto: Ist)
Pancasila selalu terbuka kepada pemaknaan baru karena kekayaannya seperti sumur tanpa dasar dan lautan tanpa batas.

DIGALI dari jantung perjalanan bangsa, Pancasila sebagai “pandangan hidup” (weltanschuung), “dasar Negara” (philosphische grondslag), serta ideologi merupakan intisari perenungan dan “titik “persetujuan” bangsa (common denominator). Lima sila Pancasila menjadi kristalisasi tenunan kebudayaan dan pengalaman bertahun-tahun sejarah bangsa.

Maka, ketika menguraikan pidato monumental di hadapan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), Soekarno berujar: “Philosophische Grondslag itulah fundamen (fondasi), filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.”

Hemat penulis, kata “sedalam-dalamnya” menunjukkan bahwa Pancasila memiliki kekayaan makna dan nilai yang perlu digali secara terus-menerus. Kedalaman hasrat, jiwa dan filsafat Pancasila menunjukkan: Pancasila lebih luas dan lebih kaya dari paparan Soekarno ataupun studi akademis tentang Pancasila tersebut.

Pancasila memiliki ciri keluasan dan kedalaman: Keluasannya seluas alam pikiran pikiran filsafat bangsa Indonesia; dan mempunyai kedalaman pengertian sedalam jiwa dan hasrat sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia. Ciri keluasan dan kedalaman Pancasila ini menolak upaya pembacaan tunggal atau pembenaran ideologis terhadap Pancasila.

Kita pernah mengalami era totalitarianisme pembacaan ideologi Pancasila demi melegitimasi kepentingan strategis pihak-pihak tertentu. Selain itu, pembacaan totalitarian atas Pancasila menolak ciri kedalaman dan keluasan Pancasila.

Pancasila selalu terbuka kepada pemaknaan baru karena kekayaannya seperti sumur tanpa dasar dan lautan tanpa batas. Mari menggali makna dan kekayaan Pancasila!

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar