Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PERTAHANAN Menhan se-ASEAN Sampaikan Bela Sungkawa atas Tsunami di Sulteng 19 Oct 2018 13:00

Article image
Menhan Ryamizard Ryacudu. (Foto: Ist)
Menhan RI, Ryamizard Ryacudu mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh negara sahabat yang telah membantu upaya Indonesia mengatasi bencana tsunami dan gempa di Lombok.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Pertahanan se-ASEAN dan delegasi negara yang hadir dalam ASEAN Defense Ministers' Meeting (ADMM) Ke-12, di Hotel Shangri-la, Singapura, Jumat (19/10/2018) berbela sungkawa atas peristiwa bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah yang menyebabkan sekitar 2.000 orang lebih.

Pernyataan bela sungkawa diwakilkan Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen.

"Saya mewakili yang lainnya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada Pak Ryamizard atas banyaknya korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah," kata Ng Eng Hen.

Di tempat yang sama, Menhan RI, Ryamizard Ryacudu mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh negara sahabat yang telah membantu upaya Indonesia mengatasi bencana tsunami dan gempa di Lombok, dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng. 

"Saya atas nama Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan mengatasi bencana di Sulteng," kata Menhan. 

Ryamizard berharap bantuan yang diberikan oleh negara sahabat dapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. 

"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa dapat memberikan balasan atas amal bakti rekan-rekan para Menteri Pertahanan sekalian dan kekuatan bagi kita semua melewati cobaan ini," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini. 

Ada tiga agenda pokok dalam ADMM kali ini, yaitu memperkuat kerja sama kontraterorisme regional di antara perusahaan pertahanan dan militer, mengatasi ancaman kimia, biologi, dan radiologi, dan membangun langkah-langkah membangun kepercayaan diri di laut dan di udara untuk mengurangi ketegangan. 

Pertemuan yang berlangsung pada 19-20 Oktober 2018 itu dihadiri sepuluh negara yang menjadi anggota ADMM, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Serta delapan negara ADMM Plus, yakni Australia, China, Amerika, Jepang, India, Selandia Baru, Rusia dan Korea.

--- Redem Kono

Komentar