Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INFRASTRUKTUR Menhub Budi Karya: Pembangunan Infrastruktur Satukan Indonesia 17 Sep 2018 08:13

Article image
Menhub Budi Karya. (Foto: Ist)
Menhub mengungkapkan bahwa kita harus merasa bangga menyatukan Indonesia dengan adanya konektivitas. Berbagai pembangunan infrastruktur transportasi seperti tol udara dan bandara sedang dibangun di berbagai daerah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, pemerintah akan terus memperjuangkan konektivitas hingga daerah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

 “Berbagai pembangunan infrastruktur kita lakukan, tak hanya di wilayah perkotaan tapi juga daerah pelosok. Saya diminta oleh Presiden Republik Indonesia melakukan sosialisasi pembangunan agar bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat. Selain itu dapat meningkatkan perekonomian, hubungan antar daerah lebih baik, dan Indonesia bisa bersatu dengan adanya konektivitas,” jelas Menhub saat ditemui di Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Menhub mengungkapkan bahwa kita harus merasa bangga menyatukan Indonesia dengan adanya konektivitas. Berbagai pembangunan infrastruktur transportasi seperti tol udara dan bandara sedang dibangun di berbagai daerah.

“Saat ini kami sedang membangun tol udara di Papua, juga membangun bandara di daerah perbatasan seperti Bandara Oksibil di Papua dan Bandara Tanah Merah, Bandara Haliwen di Nusa Tenggara Timur, Bandara di Miangas. Kita harus bangga menyatukan Indonesia. Ini menambah semangat kebangsaan,” jelas Menhub.

Selain tol udara, Menhub menyebut bahwa Kementerian Perhubungan juga membangun tol laut. Pembangunan tol laut bertujuan untuk mengurangi disparitas harga antara daerah barat dan timur, juga membangun pelabuhan diberbagai daerah.

“Kita juga membangun tol laut di beberapa daerah seperti di Pelabuhan Dobo, Saumlaki, dan Sebatik serta penyelenggaran angkutan perintis jalan dan penyeberangan. Kita upayakan tol laut berjalan baik agar perekonomian daerah timur bisa meningkat. Serta kita juga sedang membangun Pelabuhan Pengumpan Baranusa di Nusa Tenggara Timur,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menhub menjelaskan terkait perkembangan transportasi penyeberangan. Seperti adanya Long Distance Ferry dan Short Sea Shipping yang memiliki berbagai macam manfaat untuk memudahkan serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita juga mengembangkan Long Distance Ferry yang bisa mengurangi beban jalan sepanjang pantai utara Pulau Jawa, mengurangi kecelakaan akibat supir lelah, biaya pengiriman lebih murah. Program Sea Shipping juga dapat menekan waktu perjalanan, efisiensi biaya pemeliharaan jalan, efisien BBM kendaraan, dan masih banyak lagi,” pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar