Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

PENDIDIKAN Menkeu Ajak Akademisi Brawijaya Wujudkan Cita-Cita Kemerdekaan Melalui Pendidikan 08 Jan 2018 14:53

Article image
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan orasi ilmiahnya dalam Dies Natalis ke-55 Universitas Brawijaya Malang (05/01). (Foto: ist)

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan orasi ilmiahnya dalam Dies Natalis ke-55 Universitas Brawijaya pada Jumat, (05/01) di Malang. Ia mengajak para akademisi Universitas Brawijaya untuk terus mengawal dan membantu menciptakan kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita kemerdekaan melalui pendidikan.

“Kepada para civitas academica Universitas Brawijaya yang hadir pada hari ini saya ingin mengajak agar lembaga ini terus mengawal dan membantu menciptakan cita-cita kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita kemerdekaan yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dan berkesinambungan, melalui fungsi pendidikan,” ajaknya.

Ia mengatakan peran universitas sangatlah penting untuk membangun kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang memiliki hard skill dan softskill yang diperlukan dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Menghadapi tantangan ke depan yang penuh perubahan dinamis dan semakin berat diperlukan SDM Indonesia yang memiliki kompetensi hard skill dan soft skill yang memadai. Dan peranan universitas sangatlah krusial,” jelasnya.

Menurutnya, hard skill diciptakan dari sistem pendidikan yang mempersiapkan SDM untuk memasuki pasar tenaga kerja yang semakin hari semakin cair dan fleksibel dengan memberikan nilai tambah. Sedangkan soft skill dibangun dengan pembentukan karakter, integritas, komunikasi, serta kemampuan untuk bekerjasama atau bersinergi. Kemampuan bersinergi sangat penting untuk memfilter banjirnya informasi yang tidak benar.

Selain itu, soft skill SDM Indonesia sangat diperlukan terutama karena negara ini masih menghadapi tantangan berat dalam hal pemberantasan korupsi. Berdasarkan penilaian Corruption Perception Index (CPI) dari Transparency International (2016). Ada tren perbaikan namun skor Indonesia masih terhitung rendah yakni 37 dari skala 1-100 (0 berarti sangat korup dan 100 berarti sangat bersih). Indonesia menempati peringkat 90 dari 176 negara yang dinilai.

Ia berharap universitas Brawijaya turut menjaga integritas SDM yang dididiknya agar dapat membantu Indonesia menjadi negara yang lebih bersih.

“Ini adalah hal yang tidak bisa ditunda-tunda karena korupsi selain menurunkan martabat kita sebagai bangsa, juga mengurangi atau menghilangkan kesempatan untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat misalnya melalui kebocoran anggaran. Saya berpesan kepada jajaran Universitas Brawijaya, agar universitas yang baik dan megah ini menjadi aset kebanggaan Indonesia. Selamat berpartisipasi membangun Indonesia dan membangun momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar