Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INVESTASI Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah 03 Jan 2018 11:49

Article image
Wapres Jusuf Kalla saat membuka perdaganan saham 2018 di BEI, Selasa (2/1/2018). (Foto: Ist)
Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan yang sudah melakukan kebutuhan investasi kapitalnya dengan membangun rumah sakit, jalan maupun pasar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap agar daerah-daerah melakukan ekspansi proyek untuk meningkatkan pelayanan dasar dengan adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Obligasi Daerah, Green Bond, dan E-registration. Daerah-daerah yang memiliki kemampuan keuangan yang baik serta fiskal yang sehat sesungguhnya memiliki kemampuan untuk melakukan investasi.

"Walaupun APBN mereka bagus dan memiliki cadangan uang di bank tapi mereka banyak yang belum melakukan ekspansi untuk belanja modal terutama untuk investasi infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, jalan raya, irigasi," tegas Menkeu di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat memberikan keterangan kepada awak media usai acara peluncuran Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Obligasi Daerah, Green Bond, dan E-registration Jumat (29/12/2017) pekan lalu.

Ia kemudian mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan. Dua daerah tersebut sudah melakukan kebutuhan investasi kapitalnya dengan membangun rumah sakit, jalan maupun pasar. Menkeu menjelaskan dengan pinjaman itu akan mampu menimbulkan rasa kepercayaan untuk menjaga proyeknya menjadi baik karena harus mengembalikan uang pinjaman.

"Saya harap nanti dengan adanya kupon atau obligasi daerah juga akan menimbulkan sikap yang lebih berhati-hati dan bertanggung jawab. Mereka tidak sembrono dan hati-hati dan meyakinkan bahwa proyek-proyek tersebut bisa terbangun secara tepat waktu," tukasnya

Buka Perdagangan

Sementara Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam kata sambutannya pada acara pembukaan perdagangan pasar modal 2018 menyatakan bahwa masalah utama yang dihadapi Indonesia adalah belum optimalnya investasi di sektor riil.

“Yang perlu kita tingkatkan ialah investasi. Investasi riil, bukan hanya investasi di pasar modal, bukan hanya investasi di pasar uang. Bagaimana keseimbangan antar pasar modal dan pasar uang? Bagaimana dana yang ada ini, bisa masuk kembali ke sektor riil. Bagaimana para emiten itu berinvestasi memperluas usahanya seperti itu. Itulah harapan kita di tempat ini bahwa bukan hanya yang dijual angka, kita bangga kepada Index, tapi letak masalah ekonomi Indonesia adalah investasi riil,” tegasnya.

Namun di sisi lain, ia juga mempertanyakan apa yang membuat Indonesia pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 tidak secepat beberapa negara lainnya meskipun semua faktor pendukung cukup kondusif. “Semua faktor-faktor yang bisa mempengaruhi ekonomi kita itu baik. Jadi, di mana masalahnya?,” tanya Wapres dengan retorisnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (2/01/2018).

Pembukaan perdagangan tersebut dihadiri pula antara lain oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio.

--- Sandy Romualdus

Komentar