Breaking News

NASIONAL Menteri Erick Thohir Sebut Ada Mafia Besar di Balik Impor Alkes 18 Apr 2020 23:27

Article image
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) berbincang dengan petugas medis saat mengecek kesiapan di salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta.(Foto: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)
“Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,” tandas Erick.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menilai selama ini Indonesia terlena dengan impor bahan baku obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) ketimbang memproduksi sendiri di dalam negeri. Karena hal tersebut, begitu terjadi pagebluk seperti virus Corona, Indonesia mengalami ketergantungan dengan negara lain yang memiliki bahan baku obat dan alat kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga pada Jumat (17/4/20).

“Di sinilah Pak Erick Thohir menyatakan bahwa selama ini kita terlalu sibuk dengan trading, tidak berusaha membangun industri dalam negeri untuk mengadakan alat kesehatan,” ujar Arya seperti dilansir Kompas.com

Arya mencontohkan, saat ini Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk masker. Padahal, Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia mempunyai kemampuan untuk memproduksi masker.

“Pabriknya ada, namun bahan baku dari luar semua.Indonesia hanya tukang jahitnya saja. Orang luar bawa bahan baku ke tukang jahit, membayar tukang jahitnya, diambil barangnya. Itu proses yang terjadi selama ini dan kita akhirnya impor juga barang tersebut, karena bukan milik kita, itu milik yang punya bahan,” kata Arya.

Melihat fenomena tersebut, kata Arya, Menteri Erick Thohir pun beranggapan bahwa selama ini ada mafia yang membuat Indonesia terus-menerus mengimpor bahan baku obat dan alat kesehatan. Padahal, Indonesia mampu memproduksi barang-barang tersebut.

“Nah, di sini akhirnya Pak Erick melihat ada mafia-mafia besar baik global dan lokal yang mungkin bergabung, yang akhirnya membuat bangsa kita hanya sibuk berdagang, bukan sibuk produksi,” ucap Arya.

Atas dasar itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Erick untuk membangun industri farmasi di Indonesia.

“Jelas, arahan Pak Jokowi kepada Pak Erick supaya memberantas mafia-mafia ini dengan membangun industri farmasi kita, sehingga bisa produksi sendiri kebutuhan kita,” ujar Arya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini mayoritas bahan baku untuk obat-obatan dan alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih impor.

Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan ini mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Mohon maaf jika saya bicara ini, sangat menyedihkan, kalau negara sebesar Indonesia ini, 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri,” ujar Erick usai meninjau RS Pertamina Jaya, Kamis (16/4/20).

Menurut Erick, mewabahnya virus Corona di Indonesia harus dijadikan cambukan untuk mengubah hal tersebut. Dengan demikian, nantinya bangsa Indonesia tidak akan lagi tergantung dengan negara lain.

“Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,” tandas Erick.

--- Guche Montero

Komentar