Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

ENERGI Menteri ESDM: Arahan Bapak Presiden 35.000 MW Tetap Dijalankan 29 Sep 2017 18:46

Article image
Personil PLN sedang melakukan instaslasi listrik bagi pelanggan (Foto: Humas PLN)
Kementerian ESDM mencatat, Hingga September 2017, rasio elektrifiksi telah mencapai 93,08% atau melebihi target tahun 2017 yang sebesar 92,75%.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa Pemerintah akan terus meningkatkan rasio elektrifikasi. Untuk itu, program pembangunan pembangkit 35.000 mega watt (MW) tidak mengalami perubahan.

"Arahan Bapak Presiden 35.000 MW itu tetap dijalankan. Sampai 2019, diharapkan paling kurang 17.000 mega watt (MW) tambahan dibanding dengan akhir 2014. Tapi (17.000 MW tersebut) di akhir 2019 ya menghitungnya. Lima tahun diharapkan separuh kurang lebih, jadi itu Commercial Operation Date (COD) ya," tegas Jonan dalam Konferensi Pers Capaian Sektor ESDM selama Kabinet Kerja sampai dengan September 2017, di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Sementara separuh dari proyek tersebut diharapkan selesai maksimal pada tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor pertumbuhan kapasitas listrik yang terpasang.

"Yang separuhnya terus. Mudah-mudahan 2023, 2024 selesai, atau tahun 2025. Ini menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dulu diharapkan 7-8%, sekarang hanya sekitar 5%. Itu terefleksi. Demand (permintaan) listrik juga ada refleksinya. Demand listrik pernah sampai delapan persen lebih, enam persen, sekarang per satu semester mungkin kurang dari 3 persen," imbuh Jonan.

Hingga September 2017, rasio elektrifiksi telah mencapai 93,08% atau melebihi target tahun 2017 yang sebesar 92,75%.

Pada tahun 2017, hingga September, total kapasitas pembangkit adalah sekitar 60 ribu MW. Adapun progres Proyek 35.000 MW yaitu 773 MW pembangkit telah beroperasi secara komersial/COD. Sebesar 15.266 MW tengah dalam tahap konstruksi. Sebanyak 10.255 MW telah melakukan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) namun belum konstruksi. Di samping itu, 4.563 MW saat ini tengah dalam proses pengadaan dan 6.970 MW dalam tahap perencanaan.

Di luar program 35.000 MW, tambahan kapasitas sebesar 480 MW juga telah terpasang. Tambahan ini berasal dari Marine Vessel Power Plant (MVPP) Sewa Amurang (120 MW), MVPP Sewa Sumut (240 MW), MVPP Sewa Kupang (60 MW) dan MVPP Sewa Ambon (60 MW).

 

--- Ernie Elu Wea

Komentar