Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

ENERGI Menteri Jonan: Rasio Elektrifikasi 2017 Melampaui Target 11 Jan 2018 21:40

Article image
Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan (Foto: Ist)
"Setiap tahun harus melampaui target sehingga pada tahun 2019, rasio elektrifikasi bisa mencapai 99,9 persen atau lebih tinggi dari target 97,5 persen. Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk mencapai angka rasio elektrifikasi hingga 99,9 persen ter

DENPASAR, IndonesiaSatu.co-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan bahwa realisasi rasio elektrifikasi  atau tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik dengan jumlah total penduduk hingga akhir tahun 2017 telah melampaui target.

"Kami berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi hingga akhir 2017 menjadi 94,83 persen atau lebih tinggi dua persen dari target yang dicanangkan yakni sebesar 92,75 persen," ucap Jonan di Kuta, Bali, Kamis (11/1/18) sebagaimana dilansir Kompas.com

Sementara target untuk tahun ini, Menteri Jonan optimistis rasio elektrifikasi akan mencapai 97,5 persen atau lebih tinggi dibandingkan target sebesar 95,15 persen.

"Setiap tahun harus melampaui target sehingga pada tahun 2019, rasio elektrifikasi bisa mencapai 99,9 persen atau lebih tinggi dari target 97,5 persen. Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk mencapai angka rasio elektrifikasi hingga 99,9 persen tersebut. Di antaranya, melalui pembangunan pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT) setempat. Di sejumlah wilayah Indonesia, jarak antar-desa berjauhan sehingga akan dibangun listrik off grid bersumber EBT," paparnya.

Ada pun program lainnya yakni pemasangan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) melalui dana APBN.

"Tahun lalu pemasangan LTSHE mencapai 1.000 desa. Tahun 2018 ini kami targetkan mencapai 1.500 desa. Jadi, tahun ini tuntas 2.500 desa. Selain itu, ada juga pembangunan listrik desa melalui anggaran PLN (APLN) dan APBD. Jadi, program penyediaan listrik melalui sinergi APBN/APBD dan anggaran PLN di antaranya pada wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), serta memberi kesempatan swasta melalui peningkatan pemanfaatan sumber EBT setempat," lanjut mantan Menteri Perhubungan ini.

Pihak kementerian ESDM juga mengumumkan bahawa tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif listrik.

"Pemerintah memutuskan bahwa tarif listrik sejak 1 Januari sampai 31 Maret 2018 tidak mengalami kenaikan (tetap). Jadi, sama dengan periode tiga bulan terakhir di tahun ini,” terangnya.

Ada pun tarif listrik yang berlaku adalah tegangan Rendah (TR) Rp 1.467,28 per kWh, golonggan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) Rp 1.352 per kWh, tarif listrik Tegangan Menengah (TM) Rp 1.114,74 per kWh, tarif listrik Tegangan Tinggi (TT) Rp 996,74 per kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus Rp 1.644,52 per kWh. Sedangkan harga eceran BBM untuk gasoline RON 88 atau Premium dan gas oil 48 atau Solar tetap sama untuk periode hingga 31 Maret 2018.

“Harga BBM dan tarif listrik akan kembali dievaluasi dalam tiga bulan. Hingga sekarang belum diputuskan apakah setelah 31 Marer 2018 akan ada kenaikan. Selanjutnya akan dievaluasi karena penetapannya per tiga bulan," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar