Breaking News

INVESTASI Menteri Perdagangan Sebut Potensi Garam di NTT Mampu Turunkan Quota Impor 25 Jul 2020 17:12

Article image
Kunjungan kerja Menteri Perdagangan RI ke NTT guna meninjau Produksi Garam Premium di NTT. (Foto: Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
"Sekali lagi saya tegaskan, potensi Garam NTT dapat mendukung kami dalam memenuhi kebutuhan industri maupun kebutuhan konsumsi dalam negeri," kata Menteri Agus.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Agus Suparmanto menyebut potensi garam yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat potensial untuk dapat menurunkan kuota impor garam dan memenuhi kebutuhan garam dalam skala nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mendag Agus saat melakukan kunjungan kerja di Nunkurus, Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (24/7/20).

"Saya mendukung penuh aktivitas yang berkaitan dengan produksi garam ini. Diharapkan agar dalam kurun waktu setahun ini, kita dapat bekerjasama dalam meningkatkan produksi garam ini, mengingat kebutuhan nasional kita sekitar 4,4 juta ton per tahun. Saya yakin NTT mampu mendukung secara nasional dalam menurunkan angka impor garam dalam negeri," kata Menteri Agus seperti dilansir dari Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Menteri Agus mengatakan bahwa dalam upaya peningkatan produksi garam di NTT, Kemendag siap memberikan dukungan penuh.

Ia juga mengajak berbagai pihak terkait lainnya termasuk pihak perbankan agar terlibat secara nyata.

"Harus ada dukungan nyata terhadap pengembangan garam di NTT berupa stimulus bagi petani, memfasilitasi para pelaku investasi, mengkoordinasikan KUR bagi para petani garam dan dibentuk resi gudang. Dengan itu, para petani bisa menyimpan dan mendapat akses pendanaan untuk menciptakan dunia usaha yang kami prioritaskan di tempat ini," ujar Mendag Agus.

Apresiasi Pemprov NTT

Pada kesempatan itu, Mendag Agus juga memberikan apresiasi yang besar terhadap kerja keras Gubernur NTT untuk pengembangan produksi garam di NTT.

"Sekali lagi saya tegaskan, potensi Garam NTT dapat mendukung kami dalam memenuhi kebutuhan industri maupun kebutuhan konsumsi dalam negeri," tegasnya.

Pada akhir sambutannya, Mendag juga memberikan dukungan penuh kepada pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas kartel Garam dari luar negeri.

"Persebaran Garam Himalaya di daerah yang tidak memiliki izin edar, kami lakukan pemusnahan untuk melindungi para petani dan produksi garam nasional. Dukungan terhadap hal ini bukan sekedar dari pemerintah pusat, akan tapi perlu juga keterlibatan dari pemerintah daerah dan masyarakat," pungkasnya.

Kunjungan kerja Menteri Perdagangan RI merupakan respon atas Surat Gubernur Nusa Tenggara Timur kepada Menteri Perdagangan nomor Hk.03.5/171/2020 tanggal 6 juli 2020 perihal Permohonan Peninjauan Produksi Garam Premium Nusa Tenggara Timur.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Gubernur NTT, Bupati Kupang, Pejabat dari Kemendag, pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT dan Kabupaten Kupang, para investor, kalangan perbankan, masyarakat Nunkurus dan undangan lainnya.

--- Guche Montero

Komentar