Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PERIKANAN Menteri Susi: 1900 Delegasi akan Hadiri OCC 2018 23 Oct 2018 12:16

Article image
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Ist)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan, Indonesia akan menunjukkan leadershipnya di bidang maritim.

BOGOR, IndonesiaSatu.co -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kepada wartawan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10/2019) siang menginformasikan bahwa sebanyak 1900 delegasi, di antara 7 kepala negara (6 presiden dan 1 wakil presiden), serta 36 menteri akan hadir dalam Our Ocean Conference (OCC) 2018, yang akan digelar  di Bali, 29-30 Oktober mendatang. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka langsung konferensi ini.

“Ada 36 menteri yang sudah confirm kemungkinan nambah lagi karena Marshall Island baru konfirmasi presidennya hadir, berarti mungkin menterinya hadir. Ada 200 civil society, seperti WWF dan banyak organisasi masyarakat lainnya,” kata Susi.

Konferensi tersebut, menurut Susi, akan memprioritaskan untuk membahas isu Marine Conservation Area yang memang sudah komitmen banyak negara, kemudian part plastic degrease, marine polution, maritime security, climate change, kemudian sustainable fisheries atau perikanan yang berkelanjutan.

Mengenai keuntungan Indonesia dari penyelenggaraan OCC 2018 ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan, Indonesia akan menunjukkan leadershipnya di bidang maritim.

“Kan kita mau jadi fulcrum maritime, poros maritim, ya harus kita menunjukkan leadership kita. Yang kedua ya, di bidang maritim kita ini salah satu pemilik laut terbesar tentunya apa saja kebijakan internasional akan berpengaruh kepada kita karena kita salah satu pemilik laut terbesar nomor 2 di dunia,” jelas Susi.

Sedangkan terkait illegal fishing, Susi menjelaskan, bahwa climate change itu  threat nya dan marine protected area kan dengan illegal unreported and unregulated fishing.

“Kita harapkan penanganan ini akan menjadikan semua negara berkomitmen bersama untuk keberlanjutan daripada sebuah industri perikanan, blue economy, ya jadi dari mulai pembahasan sustainable perikanan sampai kepada climate change,” pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar