Breaking News

HUKUM Merasa Dilecehkan dan Difitnah, PADMA Indonesia Siap Dampingi Ketua DPRD Alor Perjuangkan Hak Hukumnya 28 Sep 2021 07:39

Article image
Bukti Laporan Polisi ke Polres Alor oleh Enny Anggrek. (Foto: Dok. PADMA)
"Jika dalam waktu 7 hari tidak ada tindak lanjut proses hukum, maka kami akan mendampingi ibu Ketua DPRD Alor guna melaporkan Kapolres Alor ke Komisi Polisi Nasional, Irwasum, Propam Mabes Polri, Komisi III DPR RI dan Komnas Perempuan RI," kata Gabriel.

Merasa Dilecehkan dan Difitnah, PADMA Indonesia Siap Dampingi Ketua DPRD Alor Perjuangkan Hak Hukumnya

ALOR, IndonesiaSatu.co-- Pelecehan terhadap harkat dan martabat perempuan apalagi terhadap pimpinan yang dipercayakan rakyat memimpin lembaga DPRD, wajib dibela dan dilaporkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Lembaga Negara terkait; Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komnas Perempuan.

Fakta membuktikan, Ketua DPRD Alor, ibu Enny Anggrek, saat ini merasa sedang diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai seorang ibu dan pimpinan DPRD Alor melalui media sosial oleh seorang laki-laki yang pernah dipenjarakan karena Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebagai warga negara yang taat hukum dan memperjuangkan hak-hak hukumnya, ibu Enny Anggrek, tercatat sudah melaporkan Lomboan Djahamou alias Ldj ke pihak Polres Alor sebanyak 12 kali Lapooran Polisi (LP) dan terdapat satu LP yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Alor.

Namun hingga saat ini Polres Alor dan Kejaksaan Negeri diduga kuat melakukan pembiaran dalam penegakan hukum bahkan Pelaku terus melakukan tindakan pencemaran nama baik dan fitnah serta pelecehan terhadap harkat martabat seorang perempuan melalui media sosial.

Terpanggil untuk memperjuangkan harkat dan martabat seorang ibu yang mengemban amanat rakyat sebagai pimpinan DPRD, maka Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia menyatakan sikap seperti dalam keterangan resmi kepada media ini, Selasa (28/9/2021) yakni;

Pertama, mendukung total langkah Ketua DPRD Alor, ibu Enny Anggrek yang konsisten dan berani melaporkan saudara Lomboan Djahamou alias Ldj ke Polres Alor.

"Selain di Polres Alor, kami siap mendampingi ibu Enny untuk melaporkan ke Komnas Perempuan RI dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," ujar Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa.

Kedua, meminta Kapolri mendesak Kapolda NTT dan Kapolres Alor untuk tidak mem-peties-kan Laporan Ketua DPRD Alor, dan segera Tangkap,Tahan dan Proses Hukum Pelaku Kejahatan Pelecehan Terhadap Harkat dan Martabat Perempuan sekaligus Ketua DPRD Alor.

Ketiga, meminta Jaksa Agung RI mendesak Kajati NTT dan Kajari Alor untuk segera mendukung Polres Alor guna menangkap, menahan dan memproses hukum Pelaku Kejahatan Pelecehan terhadap Harkat dan Martabat seorang ibu yang juga Ketua DPRD Alor.

Keempat, mendesak Ketua Komisi III DPR RI yang juga wakil rakyat dari NTT untuk mendesak Kapolri, Kapolda NTT, Kapolres Alor, Jaksa Agung, Kajati NTT dan Kajari Alor untuk segera menangkap, menahan dan memposes Hukum Pelaku Kejahatan Pelecehan Harkat dan Martabat Ketua DPRD Alor.

"Jika dalam waktu 7 hari tidak ada tindak lanjut proses hukum, maka kami akan mendampingi ibu Ketua DPRD Alor guna melaporkan Kapolres Alor ke Komisi Polisi Nasional, Irwasum, Propam Mabes Polri, Komisi III DPR RI dan Komnas Perempuan RI," kata Gabriel.

Selain Kapolres Alor, lanjut Gabriel, kami juga akan mendampingi ibu Ketua DPRD Alor melaporkan Kajari Alor ke Komisi Kejaksaan RI, Jaksa Agung Muda Pengawasan dan Jaksa Agung RI.

"Fakta membuktikan bahwa penegakan hukum di Alor menumpul ke atas dan ke bawah. Salus Populi, Suprema Lex!" tandas Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar