Breaking News

INTERNASIONAL Merasa Terancam, Mantan Pejabat Keamanan Siber AS Perkarakan Trump dan Pengacaranya 09 Dec 2020 12:55

Article image
Mantan Kepala Agensi Keamanan Siber dan Infrastruktur Vital Amerika Serikat (AS), Chris Krebs. (Foto: nytimes.com)
Trump berkali-kali melontarkan klaim bahwa dirinya kalah karena dicurangi, namun Krebs justru mengatakan bahwa Pilpres Amerika berjalan aman tanpa kecurangan dan intervensi.

NEW YORK, IndonesiaSatu.co -- Mantan Kepala Agensi Keamanan Siber dan Infrastruktur Vital Amerika Serikat (AS), Chris Krebs memperkarakan Presiden Donald Trump dan pengacaranya, Joe diGenova, terkait ancaman terhadap dirinya dalam hubungan dengan Pilpres Amerika pada November lalu.

Disitir dari New York Times, Rabu (9/12/2020), Krebs mengatakan Joe diGenova telah mengancam dirinya yang juga adalah anggota Partai Republik yang telah berupaya menjalankan tugas dan membela kebenaran.

"Joe diGenova telah menyebarkan konspirasi jahat terhadap anggota Partai Republik yang membela kebenaran dan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati," demikian salah satu pernyataan Krebs dalam pengajuan kasusnya pada Selasa (8/12/2020) seperti dikutip dari nytimes.com.

Chris Krebs dipecat oleh Donald Trump pada November lalu karena berbeda pandangan dengannya. Setelah pilpres, Donald Trump berkali-kali melontarkan klaim bahwa dirinya kalah karena dicurangi. Akan tetapi, Krebs justru mengatakan bahwa Pilpres Amerika berjalan aman tanpa kecurangan dan intervensi.

Melalui akun Twitter, Chris Krebs mengatakan bahwa ia merasa tidak bermasalah dengan pemecatannya.

Ia memastikan bahwa ia telah bekerja dengan baik mengamankan Pilpres Amerika dari potensi-potensi intervensi. Namun, ia kemudian menerima berbagai ancaman yang datang kepada dirinya pasca pemecatan itu.

Salah satu ancaman datang dari Joe diGenova yang dalam sebuah acara televisi “Newsmax” mengatakan, Chris Krebs pantas "dipojokkan" dan "ditembak" karena menyatakan Pilpres 2020 merupakan "yang teraman dalam sejarah Amerika".

Ancaman tersebut menimbulkan ketakutan dan memaksa Krebs dan keluarganya meninggalkan rumah mereka.

Dalam tuntutannya, Krebs meminta tayangan di stasiun televisi Newsmax tersebut dihapus. Ia juga meminta ganti rugi materil atas gangguan yang ia terima karena pernyataan diGenova memicu ancaman pembunuhan terhadap dirinya dan ketakutan dalam keluarganya.

--- Henrico Penu