Breaking News

POLITIK Mikhael Bataona: Berharap Prabowo Mengakui Kekalahan itu Sulit 27 May 2019 11:28

Article image
Kubu Prabowo gugat hasil pilpres dengan menyerahkan '51 alat bukti' dan putusan MK tanggal 28 Juni 2019. (BBC.com)
Kubu 02 sulit menerima kekalahan karena mempertaruhkan terlalu banyak hal yang menjadi dasar perjuangan para pihak yang ada di belakang pasangan calon Prabowo-Sandiaga.

KUPANG, IndonesiaSatu.co – Sulit untuk berharap Prabowo Subianto akan mengakui kekalahan. Hal ini terjadi  karena terlalu banyak melibatkan para elit yang merasa dirugikan oleh kekuasan Jokowi-Jusuf Kalla saat ini.

Demikian dikemukakan akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona, MA di Kupang, Minggu (26/5/2019). Mikhael mengemukakan hal itu menyikapi gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan kesiapan BPN Prabowo-Sandi untuk menerima hasilnya jika MK menolak gugatan.

"Kalau berharap bahwa Prabowo akan mengakui kekalahan itu sulit. Secara simbolik bisa saja iya. Tapi secara real akan adanya rekonsiliasi hingga ke akar rumput itu saya kira sangat sulit," kata Raja Muda Bataona seperti dilansir Antara.

Selain itu, paslon 02 ini sulit menerima kekalahan karena mempertaruhkan terlalu banyak hal yang menjadi dasar perjuangan para pihak yang ada di belakang pasangan calon Prabowo-Sandiaga.

Menurut dia, jika dibaca secara psikologi politik, ketegangan pasca Pemilu Presiden 2019 ini memang sengaja dirawat dan dikehendaki untuk terjadi sedemikian rupa.

Berbeda dengan Pilgub DKI yang begitu menegangkan tapi bisa langsung turun tensinya karena yang kalah langsung melakukan konferensi pers dan mengakui kemenangan lawannya.

Karena itu, menurut Bataona, akan sangat sulit bagi Prabowo Subianto untuk menerima kekalahan karena sebagai titik episentrum yang menyatukan banyak pihak yang menyatakan dirinya "oposisi" dengan kekuasaan saat ini.

Apalagi tampak jelas bahwa, Prabowo Subianto tidak bisa memutuskan sendiri langkah politiknya.

"Jadi untuk ada pernyataan resmi dari pasangan calon nomor urut 02 menerima kekalahan setelah adanya keputusan MK nantinya, itu akan sulit sekali," tambahnya.

--- Simon Leya

Komentar