Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

WAWANCARA Miliana, Chairman MDRT Day 2017: Kunci Sukses, Stay and Grow 06 Jul 2017 13:15

Article image
Miliana, Chairman MDRT Day Indonesia 2017. (Foto: Ist)
Indonesia telah mempunyai 500 ribu lebih agen berlisensi AAJI, namun apakah semuanya sudah menjadi seorang agen asuransi yang profesional? Atau malah sebaliknya menjadi agen asuransi yang tidak profesional sehingga dijauhi oleh konsumen?

MENJADI agen asuransi tak dapat dipisahkan dari profesionalisme yang identik dengan standarisasi, tingkah laku, kualitas, dan kepakaran. Lantas bagaimana seorang agen asuransi mencapai level profesionalnya?

Indonesia telah mempunyai 500 ribu lebih agen berlisensi AAJI, namun apakah semuanya sudah menjadi seorang agen asuransi yang profesional? Atau malah sebaliknya menjadi agen asuransi yang tidak profesional sehingga dijauhi oleh konsumen?

Miliana, CFPÒ,  Chairman of MDRT Day Indonesia 2017 mempunyai pandangan menarik soal profesionalisme agen asuransi. Bagi Master Engineering Science University of New South Wales Sydney yang telah bergelut dengan profesi agen asuransi sejak 2004 ini menilai menjadi agen asuransi memang mudah bagi sebagian orang, tetapi juga sulit dijalani oleh sebagian yang lain.

Sejatinya, untuk mencapai kesuksesan sebagai agen asuransi, kuncinya pada keseriusan, stay and grow, bukannya hit and run. Karena kesuksesan seorang agen asuransi tidak hanya dilihat dari seberapa banyak produksi yang dihasilkan, tetapi juga dari sisi pelayanan dan membantu nasabah untuk merencanakan masa depan mereka dengan baik.

“Untuk berhasil tidak cukup hanya dengan mendapat penghargaan dari perusahaan. Agen asuransi profesional harus terus meningkatkan standar profesinya sehingga tampil sebagai financial planer yang handal,” ujar alumni Teknik Universitas Trisakti, Jakarta ini.

Di ranah global, representasi dari standar agen asuransi profesional adalah menjadi anggota MDRT (Million Dollar Round Table), kualifikasi agen dengan penghasilan minimal Rp 25 juta per bulan atau setara closing premi Rp 542.572.600 per tahun. Untuk itu, peraih 8 kali MDRT ini mengajak para agen asuransi untuk berlomba-lomba mencapai kualifikasi MDRT.

Saat ini agen asuransi berlisensi AAJI sebanyak lebih dari 500 ribu. Tetapi yang mencapai MDRT baru sekitar 1.365 agen saja. Tentu level MDRT Member ini masih kalah dengan Filiphina dan Thailand.

Untuk itu, Miliana berharap penyelenggaraan MDRT Day yang akan digelar pada 23 Agustus 2017 nanti merupakan kesempatan emas bagi agen-agen asuransi di Tanah Air untuk mengenal MDRT lebih dekat. Salah satu pesan utamanya adalah bahwa menjadi agen, tidak cukup sekedar menjual produk asuransi kepada nasabah semata, melainkan jadilah agen berprestasi, tidak hanya di company, tetapi harus bertaraf Internasional.

“Kami memang punya target bahwa dengan kegiatan seperti MDRT Day, diharapkan agen menjadi klik dengan MDRT, berkeinginan mencapai MDRT, dan menjadi member MDRT. Jika semua agen memiliki kemampuan MDRT maka para agen bisa melayani semua masyarakat dengan lebih baik, karena MDRT memiliki standar,” papar istri dari David Marten, CFPÒ yang juga seorang Agency Director di bidang asuransi ini.

Untuk itu, MDRT Day Indonesia 2017 pun mengambil tema Reach New Heights . “Kalau agen yang ingin serius di industri ini, wajib ikut karena akan memberikan mereka dorongan semangat untuk mencapai lebih dan lebih lagi, reach new heights,” tandas Miliana.

Hal menarik lainnya diungkap Miliana, bahwa saat ini fenomena agen asuransi tidak lagi menjadi dominasi usia 40-50-an. Saat ini sudah banyak agen-agen muda yang dikenal sebagai Generasi Y, dengan umur 20-an. Untuk itu, di MDRT Day Indonesia 2017, juga akan dihadirkan para agen muda dari Generasi Y. Gen Y sendiri seperi diketahui adalah generasi yang tidak suka dengan aturan formal, dan konsistensi. Sehingga menjadi pertanyaan menarik, mengapa mereka mau menjadi agen asuransi, bahkan agen berprestasi yang mencapai MDRT?

“Maka kami ingin para agen Gen Y ini menjadi role model. Kami ingin mengajak agen asuransi muda bahwa mereka juga bisa mencapai MDRT. Dan profesi agen asuransi jangan dijadikan sebagai bisnis sampingan. Harus ada passion dan fokus. Jadikan agen asuransi sebagai profesi utama,” ajak Miliana.

Sekarang ini memang perusahaan-perusahaan asuransi mulai mentargetkan anak-anak muda untuk masuk ke industri ini. Sebabnya adalah anak-anak muda ini memiliki energi yang luar biasa, sehingga energi ini harus diarahkan. “Kalau sampai mereka klik dengan MDRT, maka mereka tidak lagi sekedar agen asuransi muda yang happy-happy, tetapi agen asuransi muda berprestasi dan memilki standar internasional.”

--- Sandy Romualdus

Komentar