Breaking News

INTERNASIONAL Militer Iran Akhirnya Mengakui Tembak Jatuh Pesawat Sipil Ukraina 11 Jan 2020 19:51

Article image
Pemimpin militer Iran Jenderal Amir Ali Hajizadeh siap bertanggung jawab atas penembakan pesawat Ukraina. (Foto: spiegel.de)
Presiden Rouhani: Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan dan mematikan ini. Simpati dan doa saya tujukan kepada semua keluarga yang berkabung.

TEHERAN, IndonesiaSatu.co – Militer Iran pada akhirnya mengakui telah menembak jatuh pesawat sipil maskapai Ukraine International Airlaines yang menewaskan 176 penumpang dan awaknya, Rabu (8/1/2020) lalu.

Seperti dirilis Spiegel Online, Sabtu (11/1/2020), dalam pernyataan resminya militer Iran mengatakan pihaknya tak sengaja menembak pesawat dengan nomor penerbangan PS752 karena pesawat naas itu terlacak radar dan menimbulkan kekuatiran akan serangan pasukan Amerika Serikat (AS).

Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikan penyesalan atas kesalahan fatal militernya. Ia juga mengungkapkan simpati dan bela sungkawa kepada keluarga korban insiden tragis tersebut.

"Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan dan mematikan ini. Simpati dan doa saya tujukan kepada semua keluarga yang berkabung," demikian pernyataan Presiden Rouhani seperti dikutip dari spiegel.de.

Otoritas militer Iran juga menyatakan, pesawat sipil tersebut memasuki zona militer IRGC yang sensitif di ketinggian dan kondisi penerbangan yang mendekati penargetan musuh. Dalam situasi tersebut pesawat kemudian secara tidak sengaja tertembak dan mengakibatkan kematian banyak warga Iran dan warga asing.

Pemimpin militer Iran Jenderal Amir Ali Hajizadeh menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas penembakan pesawat Ukraina. Ia mengatakan akan menerima semua resiko atas kesalahan fatal pasukannya yang berada di balik kecelakaan mematikan tersebut.

Seperti diberitakan, pesawat PS752 tersebut jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari bandara Teheran.

Kecelakaan itu terjadi tak lama setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Irak yang digunakan pasukan AS sebagai balasan atas serangan AS yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran Mayjen Qasem Soleimani di dekat bandara Baghdad, Irak.

--- Rikard Mosa Dhae